TIMES MALANG, JAKARTA – Airbus telah merekomendasikan kepada maskapai penerbangan di seluruh dunia untuk mengkandangkan sementara armada Airbusnya untuk diperbaiki salah satu perangkat lunaknya.
Perangkat lunak yang dikenal sebagai Komputer Elevator dan Aileron (ELAC) itu diidentifikasi bisa rusak setelah terkena radiasi secara intens dari sinar matahari dan hal itu bisa merusak data penting untuk kontrol penerbangan.
Karena itu Airbus merekomendasikan agar pesawat Airbus terutama keluarga Airbus A320 segera ada tindakan pencegahan dari operator melalui Transmisi Operator Peringatan (AOT) guna menerapkan perlindungan perangkat lunak dan atau perangkat keras yang tersedia, dan memastikan armada aman untuk terbang.
Di dunia ada ribuan pesawat Airbus yang terpaksa dikandangkan oleh maskapai penerbangannya karena terdeteksi adanya perangkat lunak yang bisa rusak itu.
Kerusakan perangkat itu bisa menyebabkan rusaknya data penting untuk kontrol penerbangan. Dalam contoh kasus terbaru adalah diduga bisa menyebabkan penurunan ketinggian pesawat secara tiba-tiba seperti yang terjadi bulan lalu, yang mengakibatkan 15 orang terluka.
Dilansir Euronews, sekitar 6.000 pesawat A320 diperkirakan terdampak, mengakibatkan penundaan dan pembatalan penerbangan selama akhir pekan ini.
Raksasa kedirgantaraan Eropa Airbus juga telah memperingatkan bahwa penerbangan akan terganggu setelah meminta modifikasi segera terhadap ribuan pesawatnya
Langkah ini diambil setelah ditemukannya radiasi intens dari Matahari yang bisa merusak data penting untuk kontrol penerbangan.
Diperkirakan sekitar 6.000 pesawat terkena dampak, itu adalah separo dari armada Airbus di seluruh dunia.
Namun disebutkan bahwa pembenahan perangkat lunak itu bisa dilakukan dengan cepat.
Meskipun demikian regulator penerbangan Inggris mengatakan bahwa melakukan pembaruan tersebut kemungkinan akan menyebabkan "beberapa gangguan dan pembatalan penerbangan".
American Airlines, Delta Airlines, Air India, Wizz Air dan Air New Zealand semuanya telah memperingatkan adanya gangguan pada penerbangan.
Airbus mengatakan pada hari Jumat kemarin, bahwa pemeriksaan atas insiden JetBlue mengungkapkan bahwa radiasi matahari yang intens bisa merusak data penting yang diperlukan untuk fungsi kontrol penerbangan pada keluarga pesawat A320.
"Masalah ini disebabkan oleh pembaruan perangkat lunak pada komputer internal pesawat," kata badan Uni Eropa tersebut.
Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa dan Administrasi Penerbangan Federal AS telah meminta maskapai penerbangan untuk memperbaiki masalah tersebut dengan pembaruan perangkat lunak "cepat" baru di sebagian besar pesawat yang menurut badan keselamatan Uni Eropa yang bisa menyebabkan "gangguan jangka pendek" pada penerbangan.
Sekitar 500 pesawat yang terdaftar di AS akan terkena dampak, tepat saat para pelancong mulai pulang dari liburan Thanksgiving, periode perjalanan tersibuk di negara tersebut.
American Airlines mengoperasikan sekitar 480 pesawat keluarga A320, 209 yang juga antara lain ikut terdampak.
Maskapai tersebut menyatakan perbaikan diperkirakan memakan waktu sekitar dua jam per pesawat, dengan sebagian besar diperkirakan telah diperbarui pada hari Jumat dan sebagian lagi hari Sabtu ini
Beberapa penundaan memang diantisipasi, tetapi maskapai tersebut menyatakan berusaha untuk membatasi pembatalan namun menekankan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
EasyJet memperingatkan penumpang tentang kemungkinan penundaan. Dalam sebuah pesan, EasyJet mengatakan: "Perubahan perangkat lunak sedang berlangsung pada keluarga A320 kami dan jika ada perubahan pada jadwal penerbangan kami, kami akan memberi tahu Anda."
Air India mengatakan di X bahwa para teknisinya sedang mengerjakan pembaruan dan telah menyelesaikan pengaturan ulang pada lebih dari 40% pesawat yang membutuhkannya. Tidak ada pembatalan yang dilaporkan.
Perangkat lunak yang rusak, yang dikenal sebagai Komputer Elevator dan Aileron (ELAC) itu diproduksi oleh perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan Thales.
Menyusul insiden pada 30 Oktober dalam penerbangan dari Cancún, Meksiko, ke Newark, New Jersey, setidaknya 15 penumpang JetBlue terluka dan dibawa ke rumah sakit. Pesawat kemudian dialihkan ke Tampa, Florida.
Airbus sendiri meluncurkan uraian di webnya, bahwa analisis kejadian terkini yang melibatkan pesawat Keluarga A320 telah mengungkapkan bahwa radiasi matahari yang intens bisa merusak data penting bagi fungsi kontrol penerbangan.
Airbus telah mengidentifikasi sejumlah besar pesawat Keluarga A320 yang saat ini beroperasi dan mungkin terkena dampak.
Airbus telah bekerja sama secara proaktif dengan otoritas penerbangan untuk meminta tindakan pencegahan segera dari operator melalui Transmisi Operator Peringatan (AOT) guna menerapkan perlindungan perangkat lunak dan/atau perangkat keras yang tersedia, dan memastikan armada aman untuk terbang.
AOT ini akan tercermin dalam Arahan Kelaikan Udara Darurat dari Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA).
Airbus menyadari bahwa rekomendasi ini akan menyebabkan gangguan operasional bagi penumpang dan pelanggan.
"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan akan bekerja sama secara erat dengan operator, dengan tetap mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama kami," tulis Airbus.
Airbus adalah salah satu produsen pesawat terbang terbesar di dunia, bersama Boeing. (*)
| Pewarta | : Widodo Irianto |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |