TIMES MALANG, MALANG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang mengimbau masyarakat, khususnya pengemudi ojek online (ojol), agar tetap tenang dan tidak terprovokasi pasca meninggalnya Affan Kurniawan (21), driver ojol yang tertabrak kendaraan taktis Brimob di tengah demo di Jakarta.
Ketua MUI Kota Malang, Abdul Rohim Sahid, menegaskan pentingnya menjaga situasi kondusif dengan tidak terpengaruh isu yang mengatasnamakan ojol.
“Kami berharap teman-teman ojol tetap jernih menyikapi masalah ini. Jangan sampai terhasut isu yang beredar. Islam mengajarkan untuk tidak mengatasi kerusakan dengan kerusakan,” ujar Abdul (31/8/2025).
MUI bersama Dewan Masjid, DMI, FKUB, PCNU, dan PDM juga menyampaikan duka mendalam kepada keluarga almarhum. “Semoga dosa-dosanya diampuni, dan keluarga diberi ketabahan,” imbuhnya.
Ia meminta simpati dan empati terhadap Affan disalurkan secara bijak melalui jalur hukum, bukan aksi yang berpotensi memperburuk keadaan.
Sementara itu, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono memastikan proses hukum terhadap tujuh anggota Brimob yang terlibat berjalan transparan.
“Sejak awal, proses pemeriksaan sudah terbuka di media. Tujuh anggota yang terlibat telah ditahan di tempat khusus,” tegasnya.
Nanang mengajak seluruh pihak untuk mengawal proses hukum serta menjamin pengamanan demokrasi di Malang Raya dengan langkah persuasif.
“Kami akan selalu merangkul semua elemen agar tidak ada lagi korban,” ucapnya. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: MUI Kota Malang Imbau Ojol dan Masyarakat Tetap Tenang
Pewarta | : Rizky Kurniawan Pratama |
Editor | : Deasy Mayasari |