https://malang.times.co.id/
Berita

Butuh Investasi Rp600 Juta untuk Tingkatkan Potensi Garam Tunnel Kabupaten Malang

Senin, 05 Januari 2026 - 18:03
Butuh Investasi Rp600 Juta untuk Tingkatkan Potensi Garam Tunnel Kabupaten Malang Bupati Malang HM Sanusi saat meresmikan wisata edukasi garam dan panen garam di Modangan Kabupaten Malang pada April 2025. (Foto: Istimewa)

TIMES MALANG, MALANG – Pemerintah Kabupaten Malang menilai pengembangan garam tunnel membutuhkan dukungan investasi untuk mendorong peningkatan nilai tambah dan daya saing produk garam lokal. Untuk tahap awal pengolahan pascapanen, kebutuhan investasi diperkirakan mencapai sekitar Rp600 juta.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring, mengatakan angka tersebut merupakan hasil perhitungan kebutuhan minimal agar fasilitas pengolahan garam tunnel dapat beroperasi dan berproduksi secara optimal.

“Perhitungannya kemarin kurang lebih tidak sampai Rp1 miliar, sekitar Rp600 jutaan sudah bisa operasi dan sudah bisa produksi,” ujar Victor, Senin (5/1/2026).

Menurutnya, investasi tersebut akan menjadi pengungkit besar bagi pengembangan garam tunnel ke depan. Pasalnya, kualitas garam tunnel yang dihasilkan di Kabupaten Malang sudah masuk kategori garam bahan baku industri pangan dengan kualitas tinggi.

“Pengungkitnya nanti sangat besar. Kualitas garam tunnel itu kualitas bahan baku industri pangan, makanan dan minuman, kualitas K1 dan super. Kualitas ini tidak bisa dicukupi oleh garam tambak yang dihasilkan masyarakat,” jelasnya.

Namun demikian, keterbatasan kemampuan anggaran daerah menjadi tantangan utama. Victor mengungkapkan, kondisi fiskal saat ini membuat pengembangan hilirisasi garam belum menjadi prioritas.

“Kendalanya karena kemampuan daerah terbatas. Apalagi sekarang banyak anggaran transfer pusat juga terkurangi, sehingga tidak prioritas untuk itu,” katanya.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Malang terus berupaya mencari dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan investor, untuk mendorong pengolahan pascapanen garam tunnel.

“Kami lagi berjuang. Salah satunya kemarin saat kunjungan tenaga ahli Menteri Pertanian, kami sampaikan supaya dicarikan investasi untuk pasca panennya,” ungkap Victor.

Dengan adanya fasilitas pengolahan, garam tunnel di Kabupaten Malang nantinya dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tinggi, seperti bahan baku industri, bahan baku farmasi, hingga garam konsumsi. Hilirisasi tersebut diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan harga jual garam.

Saat ini, harga garam tunnel di tingkat konsumen masih berada di kisaran Rp2.600 per kilogram. Sementara itu, harga garam untuk kebutuhan industri dan konsumsi dapat mencapai di atas Rp5.000 per kilogram.

“Kalau sudah ada hilirisasi, garam diolah jadi bahan baku industri, farmasi, dan konsumsi, maka harga garamnya akan meningkat,” pungkasnya. (*)

Pewarta : Achmad Fikyansyah
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Malang just now

Welcome to TIMES Malang

TIMES Malang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.