TIMES MALANG, MALANG – PT Brawijaya Multi Usaha (BMU), perusahaan berbasis kampus milik Universitas Brawijaya (UB) yang berstatus Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), kembali mencatat prestasi membanggakan dengan meraih Anugerah TIMES Indonesia 2025 (ATI 2025). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap konsistensi BMU dalam membangun ekosistem bisnis kampus yang sehat, inovatif, dan berkontribusi bagi pembangunan ekonomi nasional.
PT BMU meraih The Innovation Hub Award untuk kategori Excellent University-Owned Company with Progressive Growth. Penghargaan diterima langsung oleh Direktur Utama PT BMU, Dr. Edi Purwanto, S.TP., M.M, yang menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim, terutama dalam memperluas unit usaha dan memperbaiki kesejahteraan tenaga kerja.
Dr. Edi mengungkapkan bahwa sejak berdiri pada Januari 2024, PT BMU menunjukkan performa yang terus meningkat. Hingga akhir 2025, Dr. Edi merinci sederet capaian signifikan. Seperti pendapatan perusahaan diperkirakan meningkat sekitar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Peningkatan ini juga diikuti dengan naiknya laba perusahaan sekitar 15 persen, sebagai hasil dari ekspansi unit usaha dan efisiensi pengelolaan bisnis," terangnya.
Aset perusahaan turut mengalami pertumbuhan signifikan dengan penambahan sekitar Rp10 miliar dibandingkan tahun 2024, menandai penguatan kapasitas BMU sebagai badan usaha milik PTNBH yang kompetitif.
Di sisi ketenagakerjaan, BMU turut melakukan pembenahan struktural dengan menaikkan status sejumlah pegawai casual menjadi PKWT. "Ini memberikan peningkatan penghasilan dan jaminan kerja yang lebih baik," tuturnya.
Selanjutnya, pegawai berstatus PKWT yang dinilai berprestasi tengah dipersiapkan untuk naik status menjadi pegawai tetap atau PKWTT, yang rencananya akan dimulai pada Januari 2026 sesuai kemampuan perusahaan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa pertumbuhan bisnis BMU berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan tenaga kerja.

Pertumbuhan unit bisnis BMU juga menjadi salah satu faktor penting yang mendorong perusahaan menerima ATI 2025. Jika pada awal berdiri BMU hanya mengelola tujuh unit, kini jumlah tersebut telah berkembang menjadi 14 unit bisnis aktif yang seluruhnya sudah mencapai tingkat keuntungan yang stabil.
"Bertambahnya unit bisnis turut membuka lapangan pekerjaan baru dan memperkuat kontribusi BMU dalam mendukung perekonomian lokal," ujar Edi.
Selain itu, BMU juga mendirikan satu anak perusahaan baru, yaitu PT Brawijaya Core Indonesia (BCI), yang berfokus pada layanan training dan consulting, sehingga menambah diversifikasi usaha yang dimiliki perusahaan.
Dia juga melaporkan bahwa saat ini PT BMU resmi masuk dalam program Magang Hub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Program ini memberikan kesempatan bagi BMU untuk membantu pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja baru, sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Alhamdulillah BMU masuk program Magang Hub Kemenaker. Ini membantu membuka kesempatan kerja dan mendukung program Presiden Prabowo. Pada tahap pertama, Januari 2026 Insya Allah BMU menerima 50 tenaga magang hub,” ujarnya.
Atas kepemimpinannya yang visioner, Dr. Edi Purwanto juga dipercaya sebagai Ketua Umum Forum Bisnis BUM PTNBH se-Indonesia periode 2025–2027. Penunjukan ini menjadi bentuk kepercayaan nasional terhadap kapasitasnya dalam memajukan model bisnis berbasis perguruan tinggi.
Dengan apresiasi dari ATI 2025 dan sederet capaian strategis lainnya, BMU dipandang sebagai contoh ideal perusahaan kampus yang mampu bertransformasi, berkembang secara profesional, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
CEO TIMES Indonesia Khoirul Anwar memberikan apresiasi kepada PT BMU yang telah banyak berkontribusi untuk kemajuan perekonomian dan juga dunia pendidikan. Menurutnya, beragam kinerja positif ini patut diapresiasi dan menjadi contoh banyak pihak.
"PT BMU, perusahaan milik Universitas Brawijaya sebagai PTNBH telah banyak berkontribusi untuk masyarakat dan dunia pendidikan. Ini menjadi contoh yang bagus untuk perusahaan berbasis kampus di Indonesia," katanya.
Anwar menyebut menambahkan, memasuki usia TIMES Indonesia yang ke-10, penyelenggaraan ATI untuk kedelapan kalinya menjadi momentum penting untuk memberikan penghargaan kepada para pemimpin atau lembaga yang kontribusinya dirasakan luas oleh masyarakat.
“Penghargaan ini adalah sesuatu yang baik dan positif, dan secara rutin selalu kita berikan apresiasi yang layak. Kita memberikan penghargaan luar biasa kepada para pemimpin atau lembaga yang mampu menghadirkan manfaat publik,” ujarnya. (*)
| Pewarta | : Achmad Fikyansyah |
| Editor | : Faizal R Arief |