Revitalisasi PSC 119, Dinkes Malang Tambah Kapasitas Petugas dan Relawan Ambulans
TIMES Malang/Ambulan PSC 119 Puskesmas Pakisaji saat membawa pasien darurat, belum lama ini. (FOTO: IST)

Revitalisasi PSC 119, Dinkes Malang Tambah Kapasitas Petugas dan Relawan Ambulans

Pelayanan PSC (Public Safety Center) dengan fasilitas ambulans PSC 119 mendapatkan atensi Pemkab Malang dengan melakukan revitalisasi.

TIMES Malang,Kamis 26 Februari 2026, 17:33 WIB
2.3K
K
Khoirul Amin

MALANGPelayanan PSC (Public Safety Center) dengan fasilitas ambulans PSC 119 mendapatkan atensi serius Pemkab Malang. Melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, upaya revitalisasi PSC bakal lebih ditingkatkan.

"Kami sudah revitalisasi PSC. Ke depan PSC 119 ini semoga menjadi zero complain (tanpa keluhan). Karena command center-nya pun anggotanya itu sudah kita refresh lagi," terang Kepala Dinas  Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Wiyanto Wijoyo, di gedung dewan, Kamis (26/2/2026).

Dikatakan, untuk petugas ambulans yang PSC 119, timnya dilatih lagi mulai bulan depan. Saat ini, mobil ambulans PSC di Kabupaten Malang sejumlah 39 unit, ditambah di Dinkes satu unit, dan yang dioperasikan di rumah sakit. 

article
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo. (FOTO: Amin/TIMES Indonesia)

"Setelah puasa, nanti mungkin armada ambulans PSC 119 kita kumpulkan semuanya. Tapi, kita membawa (melatih) tim PSC ambulan yang di puskesmas se-Kabupaten Malang dulu," terang Wiyanto.

Selain itu, kata dokter Wi, juga ada penambahan ambulans motor 6 unit, yang sudah masuk di puskesmas-puskesmas. Fasilitas ambulan motor ini menurutnya untuk kegiatan mempercepat response time (waktu tanggap darurat). 

Pelatihan relawan ambulans di Malang Utara juga sudah kita rencanakan. Nantinya, kita latih relawan-relawan ambulan ini, kemudian kita berikan keterampilan kesehatan dengan tiga tahap. Yakni, untuk pemula, cakap, kemudian mahir. 

Dengan demikian, kata dokter Wie, relawan ambulan ini bisa diakomodasi dan dirangkul, untuk membantu mendukung keberadaan PSC 119.

"Ambulans para relawan nantinya juga kita standarisasi. Supaya dalam pertolongan ini nggak sembarangan, kadang ambulan relawan itu cuma ada kasurnya, ini nggak standar. Karena akan mengurangi kenyamanan maupun keamanan dari pasien yang dibawa," tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Khoirul Amin
|
Editor:Ferry Agusta Satrio