Bupati Targetkan Ekonomi Kabupaten Malang Jadi Nomor 1 di Jawa Timur
Bupati Malang HM Sanusi. (Dok. TIMES Indonesia)

Bupati Targetkan Ekonomi Kabupaten Malang Jadi Nomor 1 di Jawa Timur

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang terus menunjukkan tren positif. Setelah berhasil menempati posisi kedua tertinggi di Jawa Timur pada tahun 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang kini memasang target yang lebih tinggi, yakni menjadi daerah d

TIMES Malang,Rabu 17 Juni 2026, 19:24 WIB
43
A
Achmad Fikyansyah

MALANG – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang terus menunjukkan tren positif. Setelah berhasil menempati posisi kedua tertinggi di Jawa Timur pada tahun 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang kini memasang target yang lebih tinggi, yakni menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi nomor satu di Jawa Timur.

Target tersebut disampaikan Bupati Malang HM Sanusi menyusul berbagai proyek strategis nasional dan investasi besar yang mulai masuk dan berkembang di Kabupaten Malang.

"Saat ini pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang terbesar nomor dua di Jawa Timur. Nomor satu masih Pacitan. Namun ke depan kita menargetkan bisa nomor satu di Jawa Timur," ujar Sanusi, Rabu (17/6/2026)

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang pada 2025 mencapai 5,92 persen. Capaian itu menempatkan Kabupaten Malang di peringkat kedua dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur dan hanya berada di bawah Kabupaten Pacitan yang tumbuh sebesar 6,35 persen. Bahkan, Kabupaten Malang mampu melampaui sejumlah kota besar seperti Kota Surabaya dan Kota Kediri.

Capaian tersebut dinilai menjadi modal penting bagi Pemkab Malang untuk terus meningkatkan daya saing ekonomi daerah. Sanusi optimistis target menjadi nomor satu bukanlah sesuatu yang mustahil.

Menurutnya, saat ini terdapat banyak proyek nasional yang tengah bergulir di Kabupaten Malang dan diperkirakan akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun mendatang.

"Bukan tidak mungkin, karena banyak proyek nasional yang bergulir di Kabupaten Malang," katanya.

Salah satu proyek strategis yang menjadi perhatian adalah pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi program prioritas pemerintah pusat. Selain itu, Kabupaten Malang juga menjadi salah satu lokasi pembangunan sekolah unggulan nasional, yakni SMA Taruna Nusantara.

"Di Indonesia baru ada tiga SMA Taruna Nusantara, salah satunya ada di Kabupaten Malang," ujar Sanusi.

Tidak hanya dari sektor pendidikan, geliat investasi juga semakin terasa di Kabupaten Malang. Berbagai perusahaan besar mulai menanamkan modalnya di sejumlah kawasan industri dan sentra ekonomi.

Sanusi mencontohkan keberadaan perusahaan ragi asal Prancis yang telah beroperasi di Kecamatan Bululawang. Investasi asing tersebut diyakini akan menciptakan lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

"Juga banyak perusahaan besar yang mulai berinvestasi di Kabupaten Malang. Seperti yang sudah jalan ada di Bululawang, perusahaan ragi asal Prancis," ungkapnya.

Optimisme Bupati Malang itu sejalan dengan kondisi ekonomi daerah yang saat ini ditopang oleh sejumlah sektor utama. Berdasarkan data BPS, struktur ekonomi Kabupaten Malang masih didominasi sektor industri pengolahan dengan kontribusi mencapai 33,67 persen. Selanjutnya disusul sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 18,76 persen serta sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 13,81 persen.

Dengan dukungan proyek nasional, masuknya investasi baru, serta penguatan sektor industri dan pendidikan, Pemkab Malang optimistis dapat terus menjaga tren pertumbuhan ekonomi dan mewujudkan ambisi menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Jawa Timur.

"Kami optimistis, dengan kerja sama seluruh pihak dan semakin banyaknya investasi yang masuk, Kabupaten Malang bisa menjadi yang terbaik di Jawa Timur," pungkas Sanusi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Achmad Fikyansyah
|
Editor:Imadudin Muhammad