Petugas Sensus Ekonomi BPS Kabupaten Malang. (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)

Mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, sebanyak 2.590 petugas akan diterjunkan untuk melakukan Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi 2026 di seluruh wilayah Kabupaten Malang.

TIMES Malang,Rabu 10 Juni 2026, 08:45 WIB
49
A
Achmad Fikyansyah

Malang – Warga Kabupaten Malang perlu bersiap menerima kedatangan petugas Badan Pusat Statistik (BPS) dalam beberapa pekan ke depan. Mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, sebanyak 2.590 petugas akan diterjunkan untuk melakukan Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi 2026 di seluruh wilayah Kabupaten Malang.

Kepala BPS Kabupaten Malang, Erny Fatma Setyoharini, mengatakan pendataan dilakukan secara door-to-door untuk memastikan seluruh rumah tangga dan pelaku usaha tercatat tanpa ada yang terlewat.

"Kalau sensus kan semua didatangi, tidak ada yang terlewat. Teman-teman ini nanti mulai jalan tanggal 15 Juni sampai dengan 31 Agustus 2026. Mereka door-to-door dari rumah ke rumah," ujar Erny.

Pembukaan pelatihan petugas sensus ekonomi Kabupaten Malang, Rabu (10/6/2026).
Pembukaan pelatihan petugas sensus ekonomi Kabupaten Malang, Rabu (10/6/2026).


Menurutnya, petugas tidak hanya mendata usaha yang terlihat secara fisik. Berbagai bentuk usaha yang berkembang di era digital, termasuk bisnis online yang dijalankan dari rumah, juga menjadi bagian dari sasaran sensus.

"Dari rumah ke rumah yang tadinya misalnya kasat mata tidak ada usaha, pasti belum tentu semua tidak ada usaha. Ada yang jual online dan lain-lain, itu semua," katanya.

Pendataan tersebut menjadi bagian dari Sensus Ekonomi 2026 yang digelar setiap sepuluh tahun sekali. Sensus terakhir dilakukan pada tahun 2016, sehingga hasil pendataan kali ini diharapkan mampu menggambarkan perubahan struktur ekonomi masyarakat selama satu dekade terakhir.

BPS ingin menangkap berbagai dinamika yang terjadi di lapangan, termasuk perubahan pola usaha masyarakat dari sektor konvensional menuju sektor digital.

"Diharapkan memang kita bisa melihat deltanya dari 2016 ke 2026. Mungkin ada banyak yang tutup, misalnya pasar jumlah pedagangnya sedikit, tapi yang di online semakin banyak. Jadi itu nanti yang akan kita tangkap," jelas Erny.

Tak hanya sektor perdagangan dan jasa, sensus juga akan mencakup berbagai aktivitas ekonomi lain, termasuk sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Kabupaten Malang.

Untuk mendukung kelancaran pendataan, BPS Kabupaten Malang sebelumnya telah melakukan berbagai persiapan sejak Mei 2026. Salah satunya melalui metode "ngisi bareng" dengan sejumlah instansi dan pelaku usaha besar agar proses pengumpulan data lebih efektif.

"Misalnya dari Dinas Kesehatan, semua rumah sakit, klinik, dan puskesmas dikumpulkan, kita ngisi bareng. Jadi hasilnya lebih efektif, kita bisa menjelaskan di situ," ungkapnya.

Strategi tersebut membuahkan hasil positif. Kabupaten Malang bahkan berhasil meraih peringkat pertama nasional untuk kategori jumlah perusahaan yang berhasil mengirimkan data sensus.

"Itu yang kemarin kita peringkat satu nasional di Jakarta untuk Kabupaten Malang yang submit perusahaan paling banyak," ujar Erny.

BPS juga mengingatkan masyarakat agar meluangkan waktu saat petugas datang. Sebab, proses wawancara dalam sensus ekonomi membutuhkan waktu cukup panjang karena mencakup berbagai aspek kegiatan ekonomi rumah tangga maupun usaha.

"Satu responden itu kurang lebih satu jam lebih wawancaranya. Jadi agak lama, makanya komunikasi harus masif agar nanti para responden, baik masyarakat maupun pelaku usaha, sudah siap untuk didatangi tim kami," katanya.

Melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi perekonomian masyarakat Kabupaten Malang. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan, mulai dari pengembangan UMKM, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik šŸ‘‰ Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Achmad Fikyansyah
|
Editor:Imadudin Muhammad