Pekan Islami PT ACA XIX , Iwan Kurniawan Ingin Bangun Karakter dan IQ Anak Yatim Sejak Dini
TIMES Malang/Dihadapan Bupati Malang, HM Sanusi, Iwan Kurniawan mencoba membangun kepribadian bahwa menang dana kalah dalam sebuah 'pertandingan' itu adalah hal biasa.(FOTO : Widodo Irianto/TIMES Indonesia)

Pekan Islami PT ACA XIX , Iwan Kurniawan Ingin Bangun Karakter dan IQ Anak Yatim Sejak Dini

Ada target menarik yang ingin dicapai Komisaris Utama PT Anugerah Citra Abadi (ACA), Iwan Kurniawan sejak Pekan Islami PT ACA ke XIX tahun ini, yakni membantu membangun karakter dan IQ buat anak-anak yatim

TIMES Malang,Kamis 5 Maret 2026, 21:04 WIB
46
W
Widodo Irianto

MALANGAda target menarik yang ingin dicapai Komisaris Utama PT Anugerah Citra Abadi (PT ACA), Iwan Kurniawan sejak Pekan Islami PT ACA ke XIX tahun ini, yakni membantu membangun karakter dan IQ buat anak-anak yatim di Kabupaten Malang. 

"Saya sangat senang ketika melihat mereka senang dan bahagia bisa tertawa-tawa. Mereka mulai ada kemajuan, berani tampil, meskipun sementara ini harus dipancing dengan iming-iming hadiah. Bagi saya itu tidak masalah, yang penting mereka berani tampil, itu sudah menjadi sebuah pondasi yang kuat untuk kemampuan mereka di masa depan," kata Iwan Kurniawan kepada TIMES Indonesia, Kamis (5/3/2026).

Iwan Kurniawan mengakui memang ini bukan tugas utama dia. Ia hanyalah seorang pegusaha. Tetapi setelah 19 tahun ia menyantuni mereka, ia melihat ada celah yang bisa ia lakukan, yakni melatih mereka untuk berani tampil. "Tapi selama 19 tahun program ini saya laksanaka, saya merasa ada manfaatnya," katanya lagi.

Evaluasinya selama 19 tahun iai, Iwan juga mengakui cukup bagus. Kerjasama antar tim juga lancar tidak seperti sebelum-sebelumnya.

article
Membangun karakter berbasis nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong, bermusyawarah untuk mufakat adalah bagian yang disisipkan Iwan Kurniawan ditengah dia menggelar Pekan Islami PT ACA ke XIX. (FOTO: widodo irianto/TIMES Indonesia)

Diakui membangun karakter anak sejak dini sangat penting karena usia dini adalah golden age, dimana otak berkembang pesat, membentuk fondasi kepribadian, moral, dan perilaku yang akan terbawa hingga dewasa.

"Akan menjadi sangat sayang, bila hal itu tidak segera kita isi dengan fondasi-fondasi kepribadian yang kokoh. Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada orang tua mereka, baik yang tinggal ibunya saja atau ayahnya saja, saya hanya mencoba ingin membantu mengisi fondasi itu," tutur Iwan.

Diakui membangun karakter anak sejak dini sangat penting karena usia dini adalah golden age, dimana otak berkembang pesat, membentuk fondasi kepribadian, moral, dan perilaku yang akan terbawa hingga dewasa. 

Penanaman karakter sejak dini mencegah masalah kepribadian dimasa depan, membangun kecerdasan emosi, serta membentuk individu tangguh, jujur, dan bertanggung jawab.

Pada usia dini (0-5 tahun), otak anak mengalami perkembangan paling pesat, menjadikannya waktu optimal untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan, kejujuran, dan kebiasaan positif.

Kegagalan menanamkan karakter yang baik pada usia dini bisa memicu masalah kepribadian saat dewasa. Ini adalah dasar yang akan membentuk perilaku, watak, dan kepribadian seseorang.

Sedangkan pendidikan karakter membantu anak matang dalam mengolah emosi, yang merupakan bekal penting untuk menghadapi tantangan masa depan. Semakin dini dimulai, semakin mudah menanamkan kebiasaan baik, seperti mandiri, disiplin, dan santun.

Apalagi pendidikan karakter (berbasis nilai Pancasila) menciptakan generasi yang bertakwa, kreatif, bergotong royong, dan memiliki kepemimpinan yang baik. Karakter yang kuat akan menjadi "jangkar" atau perlindungan bagi anak dari pengaruh lingkungan yang buruk. 

"Saya mencoba membentuk karakter dan IQ dengan dan mulai dengan melatih mereka, agar mereka nantinya tidak menjadi anak-anak yang dinomorduakan," katanya lagi.

article
Iwan Kurniawan sangat senang ketika melihat mereka, anak yatim itu senang dan bahagia bisa tertawa-tawa karena setidaknya ada kemajuan, berani tampil, meskipun sementara ini harus dipancing dengan iming-iming hadiah. (FOTO: widodo irianto/TIMES Indonesia)

"Karena itu step-step berikutnya, insyaallah bila saya terus diberikan kesehatan, saya akan mendorong mereka untuk lebih maju di bidang akademiknya. Mengapa? karena bila bidang akademik mereka berkembang, maka mereka mampu untuk berlomba," tambahnya,

Karena itu di dalam setiap kesempatan pada acara Pekan Islami PT ACA, bahkan hingga yang ke XIX tahu ini, Iwan Kurniawan selalu mengundang mereka bersama-sama ke panggung. "Maksud saya supaya mereka bisa belajar berdiskusi/rembugan sebelum memutuskaan sesuatu. Saya juga mencoba melatih mereka bahwa kalah dan menang di sebuah kompetisi, itu merupakan sesuatu yang wajar. Saya mencoba mengajari mereka untuk menerima kekalahan dan kemenangan," tandas Iwan Kurniawan.

Bupati Malang Hadir

Kamis (5/3/2026) hari ini, hari keempat Pekan Islami PT Anugrah CItra Abadi ke XIX dihadir pula oleh Bupati Malang, H.M Sanusi dan Sekda Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar, M.Si, saat menyantuni 915 anak di Kecamatan Wagir (379 anak), Dau (180 anak), dan Karangploso (356 anak).

Bupati Malang mengatakan bahwa ia memang mengikuti kegiatan PT ACA ini sejak awal menggelar Pekan Islami. "PT ACA ini selalu care dengan anak yatim dengan memberikan santunan. Pemkab juga seiring, memberikan santunan anak yatim yang dianggarkan lewat APBD senilai Rp 3 miliar untuk setiap tahun," katanya,

Sanusi berharap apa yang dilakukan PT ACA ini akan terus berkembang, dan lebih baik dalam pelaksanaannya, untuk mendorong anak-anak yatim bisa berkreatif, bisa belajar yang giat dan nanti anak-anak yatim ini bisa menjadi pimpinan-pimpinan di Kabupaten Malang.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Widodo Irianto
|
Editor:Ferry Agusta Satrio