Berita

Aremania Berhasil Temui Penyidik Polda Jatim, Kapolres Malang Kuncinya

Senin, 28 November 2022 - 21:31
Penuhi Janji, Kapolres Malang Ajak Perwakilan Aremania Temui Penyidik Polda Jatim Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana ketika memfasilitasi Aremania Temui Penyidik Polda Jatim. (Foto : Humas Polres Malang for TIMES Indonesia).

TIMES MALANG, MALANGKapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana memenuhi janjinya mengajak perwakilan Aremania bertemu penyidik Polda Jatim, Senin, (28/11/2022). Ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan penanganan Tragedi Kanjuruhan.

Janji Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana, mengajak 6 perwakilan Aremania bertemu dengan penyidik Polda Jatim terkait progres penanganan tragedi Kanjuruhan saat aksi Minggu Hitam, akhir pekan kemarin.

Kapolres Malang AKBP Kholis mengatakan audiensi dengan penyidik dilakukan sebagai bentuk transparansi untuk mengetahui sejauh mana dalam penanganan perkara tragedi Kanjuruhan.

"Hari ini sesuai janji kami kemarin, kami memfasilitasi perwakilan Aremania untuk bertemu langsung dengan penyidik terkait penanganan kasus tragedi Kanjuruhan," ujar AKBP Kholis di Polda Jatim.

Kapolres-Malang-b.jpgKapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana ketika memfasilitasi Aremania Temui Penyidik Polda Jatim. (Foto : Humas Polres Malang for TIMES Indonesia).

Lebih lanjut dia menambahkan, hal ini dilakukan sebagai bentuk pelayanan Polres Malang untuk membantu menjembatani Aremania. Sekaligus menjawab pertanyaan publik bahwa penanganan perkara telah dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur.

"Tadi perwakilan Aremania sudah bertemu dengan penyidik, sudah dijelaskan. Diharapkan nanti ketika pulang kembali ke Malang, bisa disampaikan kepada rekan-rekan Aremania yang lain terkait perkembangan prosesnya," kata mantan Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok ini.

Sementara itu, ketua KNPI Kabupaten Malang Zulham Akhmad Mubarrok yang turut hadir dalam pertemuan mengungkapkan, tujuannya datang adalah ingin mengetahui perkembangan penanganan kasus tragedi Kanjuruhan. Sejumlah poin ditanyakan dalam pertemuan tersebut, salah satunya adalah penambahan tersangka.

"Kami dari unsur Aremania Kabupaten Malang yang kebanyakan di TKP, korban terbanyak di Kabupaten Malang yakni 77 orang. Tujuan kami ini menanyakan progres penanganan perkara," ucap Zulham.

Zulham berharap agar penanganan kasus bisa lebih transparan, tidak hanya menjadi konsumsi internal kepolisian. Menurutnya perkembangan kasus perlu diinformasikan kepada publik, termasuk media massa dan warga Malang Raya yang menanti perkembangan perkara.

"Sebenarnya konstruksi perkara ada dua, kami berharap dari federasi ini lebih diutamakan karena mereka yang lebih bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pertandingan. Harusnya mereka punya independensi dalam pengelolaan pertandingan yang chaos ini," tuturnya.

Konstruksi kedua kata dia, dari kepolisian terkait penembakan gas air mata dan proses yang dilakukan terhadapnya. Ia mengaku sudah mendapat penjelasan dari penyidik terkait perkembangan penanganan perkara seperti apa. 

"Hari ini sudah lengkap sekali informasi nya. Kami mendapat informasi bahwa ada proses etik dan ini yang kami ingin paham, sebenarnya mereka yang menembak diapakan. Ini kami tunggu, semoga akan ada jawaban. Treatment sudah ada, 'ABC'-nya sudah ada, tinggal kejelasan yang belum kami dapatkan sampai hari ini," bebernya gamblang.

Lebih lanjut Zulham menyampaikan, dari pertemuan tersebut diketahui penyidik telah melengkapi berkas perkara pada 21 November. Pihaknya berharap Kejaksaan Tinggi Jawa Timur bisa segera memproses untuk kemudian disidangkan.

"Karena Aremania menunggu fakta yang hanya bisa dibuka di persidangan. Perkara ini akan sangat jelas di persidangan. Sampai sekarang belum jelas. Padahal semua menunggu," terangnya.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Jatim AKBP Dirmanto menjelaskan, dari penyidik Polda Jatim sudah melimpahkan kembali berkas perkara tragedi Kanjuruhan kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.

Kapolres-Malang-c.jpg

"Berkas diserahkan ke kejaksaan, kita tunggu hasilnya," jelas AKBP Dirmanto.

Dia menambahkan terkait 20 polisi yang diduga terlibat penembakkan gas air mata, masih dalam proses sidang etik sekaligus dinonaktifkan dari jabatannya.

"Kami menunggu bagaimana proses sidang di pengadilan. Kami tunggu hasilnya bagaimana, jadi polisi tidak salah dalam penjatuhan hukuman di kode etik nanti. Yang pasti mereka sudah tidak jabatan di Polda Jatim," kata dia ketika disinggung mengenai kedatangan Aremania yang difasilitasi Kapolres Malang.(*)

Pewarta : Binar Gumilang
Editor : Irfan Anshori
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Malang just now

Welcome to TIMES Malang

TIMES Malang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.