https://malang.times.co.id/
Berita

Menaker Yassierli: Artificial Intelligence Jadi Skill Wajib Dunia Kerja Masa Depan

Senin, 05 Januari 2026 - 23:14
Menaker Yassierli: Artificial Intelligence Jadi Skill Wajib Dunia Kerja Masa Depan Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof.Ir. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D. di Gedung Samantha Krida pada Senin (5/12/2025). (Foto: Tria Adha/TIMES Indonesia)

TIMES MALANG, MALANG – Perkembangan dunia digital yang ditandai dengan kehadiran Artificial Intelligence (AI) kian memberi dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dunia kerja.

AI tidak lagi sekadar berfungsi sebagai alat bantu, melainkan telah menjadi bagian integral dalam proses bisnis dan bahkan menggantikan sejumlah pekerjaan manual yang sebelumnya dikerjakan manusia.

Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli,  menegaskan bahwa penguasaan AI akan menjadi keterampilan kerja yang bersifat wajib di masa depan. Hal tersebut disampaikan dalam orasi ilmiah di Gedung Samantha Krida, Universitas Brawijaya, Malang, Senin (5/1/2026).

Menurut Yassierli, saat ini semakin banyak perusahaan yang secara spesifik mencari kandidat tenaga kerja dengan kemampuan AI.

Bahkan, sejumlah posisi strategis mensyaratkan keahlian mendalam di bidang tersebut, seperti AI Engineer, Machine Learning Engineer, Data Engineer, Head of Analytics, hingga Analytics Specialist.

“AI kini bukan lagi keunggulan tambahan, melainkan kebutuhan utama dalam banyak sektor pekerjaan,” ujarnya.

Ia memaparkan, di kawasan Asia Tenggara, permintaan terhadap pekerjaan yang membutuhkan AI skills meningkat hingga 2,4 kali lipat dalam rentang 2021–2023. Di Indonesia sendiri, sebanyak 69 persen pimpinan perusahaan menyatakan enggan merekrut karyawan yang tidak memiliki keterampilan AI.

Sementara itu, hasil survei implementasi AI di dunia kerja pada perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat, Australia, Inggris, Selandia Baru, India, dan Singapura menunjukkan bahwa pemanfaatan AI telah menjadi arus utama.

Sebanyak 89 persen perusahaan di negara-negara tersebut telah mengidentifikasi penggunaan AI sebagai bagian dari corporate use case untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja.

“Pemanfaatan AI skill di perusahaan Indonesia masih relatif terbatas, padahal secara global banyak perusahaan sudah mengintegrasikan AI ke dalam sistem kerja mereka,” kata Yassierli.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa dominasi AI dalam dunia kerja tidak serta-merta menghapus peran manusia. Human skills tetap menjadi kompetensi krusial yang tidak dapat digantikan oleh teknologi, terutama yang berkaitan dengan interaksi sosial, kreativitas, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan strategis.

Yassierli menambahkan, proyeksi kebutuhan keterampilan pada 2030 menunjukkan bahwa delapan dari sebelas core skills masih didominasi oleh human skills. Beberapa di antaranya adalah leadership, analytical thinking, creative thinking, teaching, dan kemampuan interpersonal lainnya.

Konsep future ready talent pun disebut menjadi tren utama dunia kerja masa depan, yakni profil sumber daya manusia yang mampu mengombinasikan digital skills, termasuk AI, dengan human skills secara seimbang.

“Inilah karakter lulusan perguruan tinggi yang harus kita siapkan bersama, agar mampu beradaptasi dan tetap relevan di tengah perubahan teknologi yang sangat cepat,” pungkasnya.(*)

Pewarta : Miranda Lailatul Fitria (MG)
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Malang just now

Welcome to TIMES Malang

TIMES Malang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.