TIMES MALANG, MALANG – Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar Wisuda ke-69 pada Sabtu (30/8/2025) di Graha Polinema, Malang. Pada prosesi wisuda periode ini, sebanyak 779 wisudawan resmi dikukuhkan. Mereka berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Diploma, Sarjana Terapan, hingga Magister Terapan.
Direktur Polinema, Ir. Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT., menyampaikan bahwa wisuda ini merupakan tahapan penting untuk memfasilitasi mahasiswa agar segera menyelesaikan studinya dan siap terjun ke dunia kerja.
"Ini menjadi tahap pertama tahun ini, yang kita harapkan memfasilitasi mahasiswa yang cepat lulus agar bisa segera menyelesaikan kuliahnya dan kembali ke masyarakat," ungkap Supriatna.
Menariknya, dari total 779 lulusan, terdapat 7 mahasiswa asing yang turut diwisuda. Para mahasiswa internasional ini berasal dari berbagai negara, dengan jumlah terbanyak berasal dari Sudan dan Sudan Selatan.
"Kalau total mahasiswa asing yang kuliah di Polinema ada 33 orang. Untuk wisuda kali ini ada 7 mahasiswa asing. Yang terbanyak berasal dari Sudan Selatan. Sejak awal 2018, peminat Polinema dari Sudan cukup tinggi," jelas Supriatna.
Selain Sudan dan Sudan Selatan, mahasiswa asing di Polinema juga berasal dari Madagaskar, Sudan Utara, India, Pakistan, dan beberapa negara lainnya. Secara keseluruhan, Polinema pernah menerima mahasiswa dari 11 negara berbeda.
Ketika ditanya mengenai program studi favorit mahasiswa internasional, Supriatna mengungkapkan bahwa minat mahasiswa asing cukup beragam. Namun, Teknologi Informasi (TI) menjadi salah satu yang paling banyak diminati.
"Rata-rata minat mahasiswa asing tersebar di berbagai program studi. Target kami, setiap program studi yang memiliki kelas internasional wajib memiliki mahasiswa asing. Sehingga nuansa internasional bisa hadir di setiap kelas," jelasnya.
Polinema terus berupaya meningkatkan jumlah mahasiswa internasional melalui berbagai strategi. Salah satunya dengan memanfaatkan jaringan yang sudah ada, terutama dari para alumni.
"Kami memanfaatkan jaringan alumni yang sudah pernah kuliah di Polinema. Selain itu, kami gencar melakukan promosi melalui media sosial seperti Instagram dan Twitter agar informasi sampai ke calon mahasiswa di luar negeri," paparnya.
Selain mempromosikan program studi, Polinema juga menjual potensi budaya dan bahasa Indonesia sebagai daya tarik bagi mahasiswa asing. Menurut Supriatna, banyak mahasiswa asing yang tertarik mempelajari bahasa dan budaya Indonesia sehingga ini menjadi nilai tambah dalam promosi.
Untuk memastikan mahasiswa internasional nyaman selama menempuh studi, Polinema menyediakan sejumlah fasilitas khusus. Salah satunya adalah program adaptasi bahasa Indonesia yang berlangsung sekitar satu minggu pada awal perkuliahan.
"Kami memberikan pembelajaran bahasa Indonesia agar mereka cepat beradaptasi dengan lingkungan. Selain itu, kami mengajak mereka mengikuti kuliah di luar kampus untuk mengenal budaya dan lingkungan sekitar," tutur Supriatna.
Tidak hanya itu, Polinema juga menyediakan pembelajaran dalam bahasa Inggris agar mahasiswa asing lebih mudah memahami materi kuliah. Para dosen pun dilatih untuk mampu menyampaikan materi sepenuhnya dalam bahasa Inggris.
"Kami juga memberikan fasilitas administratif, mulai dari pengurusan izin tinggal hingga kepulangan mereka ke negara asal," pungkasnya. (*)
Pewarta | : Achmad Fikyansyah |
Editor | : Hendarmono Al Sidarto |