TIMES MALANG, MALANG – Kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarang di kawasan dekat sungai masih memprihatinkan. Inisiatif membersihkan tumpukan sampah dilakukan warga dan relawan di wilayah Desa Genengan Pakisaji Kabupaten Malang, sejak kemarin.
"Tumpukan sampah yang ada di lokasi Tambaksari Desa Genengan sudah kami bersihkan kemarin siang, dan hari ini dilanjutkan pengerukan delta sungai agar aliran airnya kembali normal," kata pegiat Komunitas Kaliku Lestari Nusantara, Sugeng Widodo, Kamis (22/1/2026).
Warga dan relawan peduli sampah ini berjumlah sekitar 100 orang dari berbagai komunitas dan petugas beberapa instansi. Mereka bahu membahu memungut dan mengumpulkan sampah yang sudah lama menumpuk di daerah tersebut.
Sampah paling banyak merupakan plastik bekas kemasan dan sisa makanan, yang dibuat begitu saja dalam kantong plastik berbagai ukuran. Beberapa waktu sebelumnya, tumpukan sampah ini dikeluhkan karena mengeluarkan bau menyengat, yang mengganggu warga sekitar.

"Sampah yang tersangkut masuk di aliran sungai dimungkinkan juga berasal dari daerah Kota Malang. Yang di sempadan macam-macam. Ada bekas makanan, pecahan kaca, popok bayi, juga bekas kasur. Sangat berbau dan banyak lalat," ungkap Sugeng.
Sampah yang terkumpul, lanjutnya, sebanyak 8 lebih truk pengangkut sampah milik DLH Kabupaten Malang. Sementara, sampah yang diambil dari aliran sungai terangkut satu truk sampah.
Usai membersihkan tumpukan sampah, relawan yang peduli lingkungan Daerah aliran sungai ini lalu memasang papan peringatan. Isinya bertulisan, 'Kawasan Bebas Sampah. Dilarang Buah Sampah Sembarangan!'

Kawasan yang dijadikan tempat pembuangan sampah liar ini berada di Tambaksari - Genengan Pakisaji Kabupaten Malang. Lokasinya dekat aliran sungai Kalimetro, perbatasan wilayah dua desa.
Di atasnya, ada jembatan kecil yang bisa dilalui sepeda motor, sebagai fasilitas akses yang menghubungkan wilayah Desa Genengan dan Desa Jatisari Pakisaji.
"Ya, informasinya banyak warga desa-desa lainnya yang asal buang sampah saat melintasi daerah dan jembatan ini," imbuh Sugeng.
Dari atas jembatan, sampah ranting rumpun bambu yang tumbuh sepanjang sempadan sungai ini kerap masuk aliran sungai dan tersangkut endapan.
Sehingga, kata Sugeng, relawan Kaliku juga meminta bantuan alat berat dari Jasa Tirta 1 untuk membersihkannya, sekaligus melakukan pengerukan sedimentasi seperlunya. (*)
| Pewarta | : Khoirul Amin |
| Editor | : Imadudin Muhammad |