https://malang.times.co.id/
Berita

Marak Kasus Percobaan Bunuh Diri, Wali Kota Malang Libatkan Seluruh Rektor

Senin, 19 Januari 2026 - 13:34
Marak Percobaan Bunuh Diri, Wali Kota Malang Pilih Pendekatan Psikologis Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat ditemui awak media di Balai Kota Malang. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)

TIMES MALANG, MALANG – Menyikapi kembali terjadinya kasus dugaan percobaan bunuh diri di Jembatan Soekarno Hatta (Suhat), Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan bahwa Pemkot Malang tidak serta-merta akan menambah pemasangan pagar di lokasi tersebut. Menurutnya, solusi utama justru harus menyentuh akar persoalan.

Saat ditemui di Balai Kota Malang, Wahyu mengatakan bahwa pemasangan pagar pengaman di Jembatan Suhat sebenarnya sudah dilakukan sebelumnya. Namun, langkah fisik semata dinilai belum cukup efektif untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

“Kalau dari pagar itu sebenarnya sudah kami lakukan. Tetapi yang akan kami coba lagi adalah dengan pendekatan lain, karena yang harus diselesaikan itu akarnya,” ujar Wahyu, Senin (19/1/2026).

Ia menilai, maraknya kasus percobaan bunuh diri tidak bisa dilepaskan dari kondisi psikologis masyarakat yang saat ini rentan dan labil. Oleh karena itu, Pemkot Malang akan mengedepankan pendekatan psikologis dan sosial sebagai langkah pencegahan jangka panjang.

Wahyu juga berencana melibatkan Forum Rektor dalam pembahasan persoalan tersebut. Isu kesehatan mental masyarakat akan menjadi salah satu agenda penting yang akan dievaluasi bersama kalangan akademisi.

“Saya akan minta dengan Forum Rektor, salah satu agendanya membicarakan hal tersebut. Masyarakat sekarang ini harus dilakukan pendekatan-pendekatan psikologi,” tegasnya.

Selain itu, Wahyu mengaku telah berdiskusi dengan berbagai lembaga psikologi dan kejiwaan untuk memahami situasi dan kondisi masyarakat saat ini, terutama bagi mereka yang berada dalam kondisi emosional tidak stabil.

Menurutnya, tanpa penanganan dari sisi akar permasalahan, upaya seperti penambahan pagar atau pengamanan fisik jembatan tidak akan mampu menyelesaikan persoalan secara menyeluruh.

“Bukan pagarnya yang ditambah atau jembatannya yang dipagari lagi. Kalau tidak ada pendekatan dari akarnya, kecenderungan ini tidak akan menyelesaikan permasalahan tersebut,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, telah terjadi kasus diduga percobaan bunuh diri di Jembatan Soekarno-Hatta (Suhat) Kota Malang, Senin (19/1/2026) dini hari tadi.

Diketahui, korban yang berinisial TAM (24), seorang mahasiswi Universitas Brawijaya (UB) asal Jakarta Selatan melakukan aksi percobaan bunuh dirinya dengan cara melompat dari atas jembatan Suhat Kota Malang.

Pihak kepolisian hingga tim relawan menemukan korban dalam kondisi selamat, meski mengalami luka yang cukup serius. Korban lalu dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. (*)

Pewarta : Rizky Kurniawan Pratama
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Malang just now

Welcome to TIMES Malang

TIMES Malang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.