TIMES MALANG – Demo ricuh di depan Mako Polresta Malang Kota, Jumat (29/8/2025) malam hingga Sabtu (30/8/2025) dini hari tadi melebar hingga rusaknya seluruh pos polisi yang ada di Kota Malang.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono mengatakan, setidaknya ada 16 pos polisi yang rusak akibat demo.
“Ada 16 pos polisi. 13 diantaranya rusak hingga pecah kaca dan 3 dibakar,” ujar Kombes Nanang, Sabtu (30/8/2025).
Meski begitu, untuk Mako Polresta Malang Kota tidak mengalami kerusakan yang cukup serius. Hanya beberapa kaca pecah di gedung Satresnarkoba dan coretan-coretan vandalisme hingga banner-banner yang dibakar.
“Mako Polresta tidak ada yang rusak. Kendaraan dinas gak ada yang rusak,” ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, aksi demo terjadi di Kota Malang sejak Jumat (29/8/2025) kemarin sore.
Ratusan ojek online (ojol), mahasiswa hingga masyarakat turun ke jalan menuntut sejumlah hal terkait kebijakan pemerintah, kenaikan gaji DPR hingga tewasnya salah satu ojol bernama Affan Kurniawan (21) yang dilindas mobil Brimob ditengah aksi demo di Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Aksi awalnya terjadi di area Alun-alun Merdeka Kota Malang sejak pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB. Ratusan ojol, mahasiswa hingga masyarakat berdoa bersama dan menyalakan lilin untuk Affan Kurniawan.
Setelah berakhir, sekitar pukul 18.30 WIB, ratusan massa aksi bergeser ke Mako Polresta Malang Kota untuk melakukan aksi demo lanjutan.
Awalnya, demo berjalan kondusif hingga kedatangan ratusan TNI, bahkan Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono keluar menemui massa hingga memberikan permohonan maaf secara terbuka.
Namun, demo masih terus berlanjut dan kericuhan dimulai sejak pukul 22.00 WIB. Ratusan massa aksi mulai melempari batu, membakar baliho hingga merusak spanduk dan mencoret coret tembok Mako Polresta Malang Kota.
Akhirnya, sekitar pukul 22.30 WIB, ratusan personel Brimob lengkap dengan tameng dan senjata gas air mata datang untuk memecahkan massa aksi dan mencoba membubarkan.
Gas air mata pun ditembakkan bertubi tubi hingga masuk ke area rumah sakit Saiful Anwar Malang. Sekitar pukul 01.20 WIB, massa aksi dari kawasan RSSA hingga Kayutangan dipukul mundur. Mereka pun akhirnya melakukan pembakaran sejumlah pos polisi hingga Subuh tadi. (*)
Pewarta | : Rizky Kurniawan Pratama |
Editor | : Wahyu Nurdiyanto |