100 Ribu Jemaah Diprediksi Hadiri Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU di Malang
TIMES Malang/Denah lokasi Mujahadah Kubro 1 Abad NU (FOTO: PWNU)

100 Ribu Jemaah Diprediksi Hadiri Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU di Malang

Puncak peringatan Harlah Satu Abad NU yang digelar PWNU Jawa Timur melalui Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana Malang diperkirakan dihadiri lebih dari 100 ribu jemaah dari berbagai daerah.

TIMES Malang,Jumat 6 Februari 2026, 15:55 WIB
45.2K
I
Imadudin Muhammad

MALANGPuncak peringatan Hari Lahir (Harlah) “Satu Abad NU” yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur melalui kegiatan Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada 7–8 Februari 2026 diprediksi akan dihadiri jemaah dalam jumlah besar.

Hingga H-2 pelaksanaan atau per 6 Februari 2026, jumlah jemaah yang terdata telah mencapai 104.541 orang. Angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah menjelang hari pelaksanaan.

“Hingga H-2 tercatat jemaah mencapai 104.541 orang atau dibulatkan sekitar 105 ribu orang, dengan 1.100 bus lebih serta ribuan kendaraan lainnya,” ujar Sekretaris PWNU Jawa Timur, DR HM Faqih, di Surabaya, Jumat.

Rincian jemaah tersebut terdiri atas 77.541 orang dari Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Jawa Timur dan 27.000 orang dari Muslimat NU se-Jawa Timur. Mereka datang menggunakan 1.183 bus, 6.465 mobil, dan 5.413 sepeda motor.
Seluruh rombongan dibagi dalam sembilan zona dengan sembilan penanggung jawab (PIC) dari PWNU Jawa Timur, didukung 45 ketua rombongan serta narahubung di tingkat lokal.

Dalam rapat Syuriah–Tanfidziyah PWNU Jawa Timur pada 3 Februari 2026, Ketua Panitia Harlah Satu Abad NU PWNU Jawa Timur, Prof. Masykuri Bakri, menyampaikan bahwa pelaksanaan Mujahadah Kubro mendapat dukungan penuh dari Polda Jawa Timur, Kodam, serta Dinas Perhubungan Jawa Timur.

“Kapasitas tribun Stadion Gajayana secara konstruksi hanya sekitar 35.000 orang. Karena itu, jemaah lainnya akan berada di luar lapangan. Videotron akan diperbanyak di luar stadion sebagai solusi bagi jemaah hingga radius sekitar tiga kilometer,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan Harlah Satu Abad NU PWNU Jawa Timur telah berlangsung sejak Januari 2026. Agenda tersebut meliputi Kick Off dan Sarasehan Pesantren di Universitas Islam Malang (7/1), Ziarah Muassis dan Muharrik NU se-Jawa Timur (24/1), Hadrah Lailatul Ishari di Masjid Kemayoran Surabaya (29/1), serta pameran lukisan nasional bertema Mangsa Kalasubo di Galeri Dewan Kesenian Surabaya pada 30 Januari 2026.

Selain itu, digelar pula kegiatan parenting dan pesantren sehat oleh LKKNU–RMI di tujuh titik lokasi di Jawa Timur, yakni Mojokerto, Jombang, Sidoarjo, Blitar, Bondowoso, dan Banyuwangi, yang berlangsung dari 27 Januari hingga 15 Februari 2026.
Agenda lainnya adalah Pameran NUConomic, GenZINU Bootcamp, serta Talkshow Tiga Pilar Ekonomi NU yang meliputi UMKM, filantropi, dan industri pertanian di Kampung Coklat, Blitar, pada 5–7 Februari 2026.

“Pameran NUConomic, GenZINU Bootcamp, dan talkshow tiga pilar ekonomi NU merupakan bentuk nyata kehadiran NU dalam kehidupan warganya, khususnya dalam penguatan ekonomi dan pemberdayaan generasi muda,” ujar Wakil Ketua PWNU Jawa Timur, DR Hakim Jayli, di Blitar, 5 Februari 2026.

Dalam Festival NUConomic 2026, tercatat sebanyak 53 stan pameran yang menampilkan produk pertanian, kehutanan, dan kelautan, serta pendampingan UMKM, business coaching, dan talkshow ekonomi. Antusiasme peserta dinilai tinggi, bahkan banyak yang berharap NU dapat menggelar pameran serupa secara rutin.

Sementara itu, Koordinator Festival GenZINU, Prof. HM Noor Harisudin, menjelaskan bahwa Festival GenZINU diisi dengan berbagai perlombaan, antara lain Lalaran Alfiyah, Qiroatul Qutub, pidato bahasa Arab dan Inggris, kompetisi kecerdasan buatan (AI Bootcamp Competition), serta lomba video pendek Reels Instagram bertema Historical Trips.

“Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kembali tradisi pesantren sekaligus menyiapkan generasi muda NU agar adaptif terhadap teknologi digital. Para finalis mampu menyampaikan kisah jam’iyyah, tradisi, dan kontribusi NU dalam membangun peradaban melalui visual yang kreatif,” ujar Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur tersebut. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Imadudin Muhammad
|
Editor:Tim Redaksi