Pemkab Malang Ajak UB Kembangkan Proyek Insinerator Dari Pemerintah Pusat
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang membuka peluang kolaborasi dengan Universitas Brawijaya (UB) untuk memperkuat berbagai program pembangunan daerah. Terbaru, Bupati Malang HM Sanusi bersama jajaran Pemkab Malang melakukan kunjungan ke UB, untuk m
MALANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang membuka peluang kolaborasi dengan Universitas Brawijaya (UB) untuk memperkuat berbagai program pembangunan daerah. Terbaru, Bupati Malang HM Sanusi bersama jajaran Pemkab Malang melakukan kunjungan ke UB, untuk membahas kerjasama pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy, Jumat (6/3/2026).
Mereka diterima oleh Rektor UB Prof. Widodo bersama para Wakil Rektor UB di Gedung Rektorat lantai 6. Dalam pertemuan tersebut, Bupati Malang memaparkan berbagai program pembangunan yang tengah dijalankan Pemkab Malang sekaligus membuka peluang kontribusi dari kalangan akademisi. Menurutnya, sejumlah sektor strategis masih membutuhkan dukungan riset dan inovasi, mulai dari pertanian, perikanan, peternakan hingga pariwisata dan pembangunan infrastruktur.
Salah satu program yang secara khusus disampaikan adalah rencana pengembangan incinerator waste to energy di Kecamatan Pakis. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi pengolahan sampah sekaligus menghasilkan energi.
Sanusi mengungkapkan bahwa proyek yang sumber dananya berasal dari Danantara tersebut diperkirakan menelan investasi sekitar Rp2 hingga Rp3 triliun.
“Nilai investasinya sekitar Rp2 sampai Rp3 triliun. Anggarannya dari Danantara,” ujar Sanusi.
Bupati menerangkan, awalnya, alat pengolahan sampah tersebut direncanakan ditempatkan di Kota Malang. Namun karena keterbatasan lahan, lokasi pembangunan akhirnya dialihkan ke wilayah Kabupaten Malang. Pemkab pun telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 9 hektare di Kecamatan Pakis, dekat pintu keluar tol.
“Sementara kami siapkan lahan sekitar 9 hektare di Pakis, sekitar exit tol. Di sana ada tanah yang tidak terpakai. Kami akan buatkan tempat tersendiri,” jelasnya.
Bupati Sanusi berharap Universitas Brawijaya dapat terlibat aktif dalam pengembangan teknologi maupun kajian akademik untuk mendukung implementasi program tersebut di Kabupaten Malang.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UB menyampaikan bahwa pihak kampus siap melakukan pemetaan potensi kontribusi akademisi dalam mendukung program pemerintah daerah.
UB akan mengidentifikasi bidang apa saja yang dapat dikerjakan serta menghimpun para ahli dari berbagai disiplin ilmu yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan proyek tersebut.
Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya Prof. Widodo menegaskan kesiapan kampusnya untuk berkolaborasi dalam berbagai program pembangunan di Kabupaten Malang, termasuk sektor energi dan peternakan.
“UB akan menyambut baik ajakan dari Pemkab Malang untuk ikut membantu program pengembangan Pemkab Malang. UB senang dan antusias untuk berperan pada program waste energy. Selain itu terkait untuk peternakan ayam dan sapi potong, UB juga akan berperan di sana,” ungkap Widodo.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dapat mempercepat inovasi pembangunan sekaligus memberikan solusi berbasis riset untuk berbagai tantangan di Kabupaten Malang. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



