TIMES Malang/Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana, memimpin Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru 2024 di Polres Malang, Jum'at (20/12/2024). (FOTO: Humas Polres)

Antisipasi terhadap kerawanan kecelakaan dan bencana juga menjadi fokus jajaran Polres Malang selama beberapa pekan ke depan. Antisipasi kerawanan ini seperti dengan menambahkan rambu imbauan terutama jalur rawan menuju tempat wisata.

TIMES Malang,Jumat 20 Desember 2024, 17:48 WIB
13K
K
Khoirul Amin

MALANGAntisipasi terhadap kerawanan kecelakaan dan bencana juga menjadi fokus jajaran Polres Malang selama beberapa pekan ke depan. Antisipasi kerawanan ini seperti dengan menambahkan rambu imbauan terutama jalur rawan menuju tempat wisata. 

Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana menyatakam, lonjakan wisatawan yang melewati jalur menuju tempat wisata di Kabupaten Malang, diperkirakan akan meningkat selama musim liburan Nataru. 

article

Menurutnya, kawasan wisata pantai Malang Selatan di sepanjang Jalur Lintas Selatan (JLS), bisa diakses dari beberapa arah Jalur. Yakni, melalui jalur wilayah Kalipare, Pagak, Donomulyo, dan Bantur.

Selain itu, ada pula jalur-jalur alternatif yang perlu diantisipasi, yang dimungkinkan akan dilewati wisatawan. 

Terkait hal ini, satuan jajarannya telah mengantisipasi dengan memasang setidaknya 45 rambu atau papan imbauan atau tambahan.

Imbauan ini berisi informasi kondisi jalur yang akan dilentasi, termasuk potensi kerawanan bencana ketika kondisi cuaca hujan. 

"Secara prinsip, bagi masyarakat kita imbau jaga kesehatan dan keselamatan, juga keamanaan barang-barang yang dibawa. Apabila dalam kondisi mengantuk, silahkan menepi sejenak di tempat peristirahatan sementara ataupun pos pelayanan yang kita siagakan," tandas Kapolres Malang, Jum'at (20/12/2024). 

Kasat Lantas Polres Malang, AKP Widyaghana Putra Dhirotsaha menambahkan, antisipasi berupa pemasangan papan imbauan sudah dilakukan sejak H-7 sebelum pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2024.

Papan imbauan ini terutama di wilayah Malang Selatan, seperti di jalur Srigonco Bantur, yang kondisi jalannya masih banyak yang perlu diwaspadai pengguna jalan yang melintas. 

"Beberapa jalur menuju akses wisata seperti di Bantur, wisatan harus tetap hati-hati dan waspada. Ini ketika dikaitkan kerawanan bencana hidro meterologi, seperti terkena longsor dan potensi bencana lainnya," jelas AKP Widyaghana. 

Untuk kerawanan terjadinya kecelakaan bagi wisatawan, kata Kasat Lantas, salah satu yang jadi fokus antisipasi adalah di jalur kawasan Gubuk Klakah Poncokusumo, Kabupaten Malang. 

Menurutnya, di jalur ini cukup rawan karena kondisi jalan yang curam, banyak tikungan dan berkelok. 

"Kita antisipasi dengan penambahan 12 titik cermin cembung, karena di sini banyak titik persimpahan, mulai dari Gubuk Klakah sampai perempatan Jomplang," terang AKP Widyaghana. 

Antisipasi lainnya, memberi penerangan tambahan yang sifatnya sementara dan mobile, karena sepanjang jalur kawasan wisata Gubuk Klakah ini masih minim penerangan jalan umum. (*) 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Khoirul Amin
|
Editor:Imadudin Muhammad