TIMES MALANG, JAKARTA – Libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) kerap menjadi momen yang dinanti siswa untuk beristirahat dari rutinitas sekolah. Namun, setelah masa libur berakhir, proses kembali ke sekolah membutuhkan persiapan agar aktivitas belajar berjalan optimal dan anak tidak mengalami “kaget sekolah”.
Transisi dari suasana libur menuju rutinitas belajar sering kali memengaruhi kondisi fisik, mental, hingga kesiapan akademik siswa. Karena itu, orang tua dan siswa perlu melakukan sejumlah persiapan sederhana namun penting.
Pola Tidur
Salah satu hal utama yang perlu diperhatikan adalah mengembalikan pola tidur anak. Selama libur panjang, jam tidur dan bangun biasanya menjadi lebih fleksibel. Menjelang masuk sekolah, anak sebaiknya mulai dibiasakan tidur lebih awal dan bangun pagi agar tubuh kembali beradaptasi dengan jadwal belajar.
Penguatan Emosi
Selain pola tidur, kesiapan mental dan emosional juga tak kalah penting. Libur panjang dapat membuat anak terbiasa dengan suasana santai di rumah. Orang tua dapat mengajak anak berdiskusi ringan tentang aktivitas sekolah, bertemu teman, atau rencana belajar ke depan untuk menumbuhkan kembali semangat dan rasa nyaman saat kembali ke lingkungan sekolah.
Persiapan berikutnya adalah mengecek perlengkapan sekolah. Seragam, sepatu, tas, hingga alat tulis perlu dipastikan dalam kondisi baik. Buku pelajaran dan jadwal pelajaran juga sebaiknya diperiksa kembali agar tidak ada yang tertinggal pada hari pertama masuk sekolah.
Belajar Ringan
Dari sisi akademik, siswa dapat mulai melakukan pemanasan belajar ringan, seperti membaca ulang catatan pelajaran, mengerjakan soal sederhana, atau menata kembali buku pelajaran. Langkah ini membantu otak kembali terbiasa dengan aktivitas belajar tanpa merasa terbebani.
Tak kalah penting, menjaga kondisi kesehatan setelah libur panjang. Perubahan cuaca pada periode Nataru serta aktivitas liburan yang padat dapat memengaruhi daya tahan tubuh anak. Orang tua dianjurkan memastikan asupan gizi seimbang, kecukupan cairan, serta kebersihan diri sebelum kembali ke sekolah.
Bagi siswa, menyiapkan target dan motivasi belajar juga dapat menjadi langkah awal yang positif. Target sederhana, seperti lebih rajin membaca atau mengerjakan tugas tepat waktu, dapat membantu membangun kembali kedisiplinan dan rasa tanggung jawab.
Sementara itu, peran orang tua sangat dibutuhkan dalam mendampingi proses adaptasi ini. Memberikan dukungan, bukan tekanan, akan membantu anak menjalani masa transisi pascalibur dengan lebih nyaman. (*)
| Pewarta | : Achmad Fikyansyah |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |