https://malang.times.co.id/
Forum Mahasiswa

Gibran Rakabuming Raka Representasi Kelompok Muda

Senin, 25 Maret 2024 - 21:31
Gibran Rakabuming Raka Representasi Kelompok Muda Muhammad Wahyu Prasetyo Adi, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Brawijaya Malang

TIMES MALANG, MALANG – Tulisan ini adalah sedikit penetrasi atas pemahaman penulis terhadap posisi Gibran Rakabuming Raka yang saat ini menjadi salah satu kandidat wakil presiden dalam perhelatan demokrasi 2024. Secara geneologis Gibran merupakan anak dari Presiden Jokowi dan saat ini dapat dikatakan sebagai kandidat wakil presiden termuda sepanjang perhelatan pemilihan pemimpin di Indonesia.

Rekam jejak Gibran bukan lagi terbilang baru dalam era kepemimpinan, gibran merupakan tokoh lama yang telah berkecimpung di dunia kepemimpinan. Sejak pertama menginjak kaki menjadi Walikota solo pada tahun 2020, Gibran telah memberikan penetrasi memuaskan atas kinerja yang dilaksanakan. Katakanlah seperti revitalisasi Ngarsopuro dan Koridor Gatot Subroto, Pembangunan selter manahan, Pembangunan Sentra IKM Mebel gilingan, Revitalisasi Pura Mangkunegaran dan Taman Pracima, Pertumbuhan ekonomi di Solo 6,25 Persen dan beberapa prestasi lainnya.

Dari beberapa prestasi yang telah tersebut diatas, karir Gibran dalam koridor kepemimpinan terbilang cukup intensif. Selain itu, dalam kondisi lain Gibran secara terang-terangan menyediakan nomor whatsapp yang tersedia pada media sosialnya yaitu instagram. Nomor yang telah tersedia tersebut menjadi pusat perhatian, karena selama ini dalam pengamatan penulis atas beberapa Walikota atau bahkan pemimpin daerah lainnya yang telah memimpin hanya Gibran yang telah memberikan ruang demokrasi secara virtual dengan menyediakan nomor panggilan. 

Meskipun tidak mendiskreditkan bahwa penyediaan ruang virtual tidak berhenti pada cakupan nomor telpon, dalam pelayanan pemerintahan daerah lainnya mayoritas menggunakan website atau situs resmi pemerintah. Sehingga mekanisme baru yang disediakan oleh Pak Gibran mungkin merupakan inisiatif sendiri, sedangkan penyediaan ruang demokrasi yang berbau progam atau website resmi lebih bersifat integratif dari kebijakan pemerintah pusat.

Karir Gibran menjadi seorang tokoh pemimpin terbilang cepat, apalagi batu loncatan dari seorang pemimpin kepala daerah langsung mencalonkan diri sebagai Wakil Presiden yang berpasangan dengan Prabowo Subianto sebagai Presiden. Namun atas kondisi ini lantas Gibran menjadi sorotan media atas beberapa polemik yang telah menyertainya dalam pencalonan. Namun dalam tulisan ini, penulis tidak ingin menyinggung atas polemik yang terjadi karena lebih memfokuskan pada subjek Gibran dalam konteks usianya saat mencalonkan.

Dalam cara pandang generasi, mungkin Gibran merupakan bagian dari kelompok milenial. Seperti kita ketahui bahwa rentang kelahiran generasi milenial berorientasi pada 1981-1996 (saat ini berusia 24-39 tahun). Generasi milenial selama ini sering disuguhkan dengan tingkat penggunaan teknologi lebih massif dari pada generasi sebelumnya. Hal ini seiringan dengan generasi Z yang juga merupakan generasi yang bergerak dilingkungan teknologi informasi sebagai komoditas utama dalam kehidupan sehari-hari.

Atas gelar milenial dari pada identitas tahun kelahiran, Gibran tentu memiliki perspektif dinamis dalam memobilisasi kepemimpinan. Bagaimana seorang pemimpin mampu untuk melihat dari sudut pandang generasi sebelumnya dan sesudahnya. Sebagaimana dair BPS menyatakan bahwa jumlah generasi Z mencapai 75,49 juta jiwa atau setara 27,94% dari total keseluruhan populasi penduduk, yang diikuti generasi milenial sebanyak 69,38 juta jiwa atau 25,87% dari total keseluruhan penduduk.

Tentu dari data yang tertuang dapat diketahui bahwa kelompok muda mulai bergerak menjadi mayoritas dari total keselurahan penduduk. Sehingga ketika seorang pemimpin merupakan bagian dari generasi dari suatu identitas dapat menjadi representasi paling rasional dalam mewakili kelompok mereka. 

Gibran menjadi jendela baru bahwa kepemimpinan saat ini tidak hanya terikat pada usia tua, justru dobrakan baru bagi kelompok muda menjadi seorang pemimpin merupakan penetrasi awal bahwa Kelompok muda itu bisa, dan seyogyanya mampu untuk menjadi generasi selanjutnya dalam mengakomodir organisasi yang dipimpinnya.

***

*) Oleh : Muhammad Wahyu Prasetyo Adi, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Brawijaya Malang

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

Pewarta : Hainorrahman
Editor : Hainorrahman
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Malang just now

Welcome to TIMES Malang

TIMES Malang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.