https://malang.times.co.id/
Opini

ASEAN dan Kepemimpinan Malaysia 2025

Kamis, 03 April 2025 - 12:52
ASEAN dan Kepemimpinan Malaysia 2025 Iqbal Suliansyah, Koordinator Maarif Network dan Alumni Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Angkatan I Lemhannas 2022

TIMES MALANG, JAKARTA – Malaysia resmi menggantikan Republik Demokratik Rakyat Laos dalam kepemimpinan bergilir tahunan Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) semenjak Januari 2025. Memangku jabatan sebagai Ketua ASEAN bukan yang pertama kali. Sejak berdiri ASEAN, ini kelima kalinya Malaysia memimpin. Menilik data, Malaysia menjadi Ketua ASEAN pada 1977, 1997, 2005, 2015 dan 2025.

Secara simbolis, pada Oktober 2024 lalu Perdana Menteri Laos Sonexay Siphandone menyerahkan jabatan Ketua ASEAN kepada Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.

Ada banyak tugas yang diemban Ketua ASEAN 2025. Masalah regional seperti pertikaian Laut China Selatan hingga perang saudara di Myanmar menjadi pekerjaan rumah yang harus menjadi perhatian. Ada dua isu prioritas yang dipilih Malaysia, yaitu pertumbuhan ekonomi dan menguatkan sentralistis.

Ada yang menarik, pada KTT yang akan digelar bulan Mei 2025 mendatang, ASEAN pertama kalinya menyelenggarakan KTT ASEAN bersama Dewan Kerja Saa Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) plus China. 

Merujuk portal resmi ASEAN, Malaysia mengambil tema Inklusivitas dan Keberlanjutan, yang berarti kemajuan bersama dan memastikan tidak ada yang tertinggal. Tema kepemimpinan yang menarik ditengah ASEAN saat ini yang memiliki pekerjaan rumah berkaitan dengan demokrasi, korupsi bahkan degradasi lingkungan.

Tantangan Bidang Pertahanan, Keamanan dan Ekonomi

Tantangan paling besar yang dihadapi oleh ASEAN berkaitan dengan Konflik Laut China Selatan. Konflik Laut China Selatan terus mengemuka ditengah saling klaim atas kepemilikan perairan, pulau serta gugusan pulau-pulau Spratly dan Paracel. Setidaknya ada enam negara yang berkaitan dengan konflik ini, yaitu China, Taiwan, Malaysia , Vietnam, Brunei dan Filipina.

Laut China Selatan selain sangat strategis selain sebagai jalur pelayar dan penerbangan internasional juga kaya akan kandungan mineral dan gas. Hal tersebut ditambah dengan agresifnya China mengklaikepemilikan atas daerah tersebut. Tentu konflik Laut China Selatan merupakan ujian politik besar sentralitas ASEAN.

Tidak hanya itu, perang saudara di Myanmar menuntut keseriusan ASEAN untuk segera menyelesaikan krisis tersebut. Sehingga masyarakat ASEAN berharap Malaysia mampu menunjukkan kepemimpinan yang berbeda untuk memberi solusi.

Tantang bidang ekonomi juga tidak kalah pentingnya. Kebijakan Amerika Serikat yang terbaru dibawah kepemimpinan Donal Trump yang mengakibatkan disrupsi ekonomi. 

ASEAN harus mendorong pembangunan ekonomi di kawasan untuk terus tumbuh. Tema uang diusung Malaysia harus menjadi kenyataan dan perlahan untuk diwujudkan.

Kerjasama di berbagai bidang, baik ekonomi, politik, pertahanan dan keamanan harus lebih ditingkatkan dan ini momen Malaysia mencatatkan sejarah keberhasilan mewujudkan peran dan mendorong keberhasilan sesuai tema Inklusivitas dan Keberlanjutan.

***

*) Oleh : Iqbal Suliansyah, Koordinator Maarif Network dan Alumni Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Angkatan I Lemhannas 2022.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.

Pewarta : Hainor Rahman
Editor : Hainorrahman
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Malang just now

Welcome to TIMES Malang

TIMES Malang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.