Kopi TIMES

Guru: Ilmu, Aklaq dan Doa

Selasa, 29 November 2022 - 12:39
Guru: Ilmu, Aklaq dan Doa Muhammad Sidiq Purnomo, M. Pd, Mahasiswa Program Doktoral Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Guru MTs Al Amiriyyah Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi.

TIMES MALANG, MALANG – Anda bisa benar karena siapa? Anda bisa pintar karena siapa? Anda bisa sukses karena siapa? tentunya diantaranya adalah karena jasa guru. Kehebatan yang dimiliki oleh manusia tidak serta merta dari kemampuan individu yang dimiliki melainkan ada campur tangan dari orang lain yaitu adalah guru.

Secara eksplisit istilah Guru merupakan kepanjangan dari di gugu dan di tiru, yang artinya apapuan titah guru dalam kebaikan tindak tanduknya akan ditiru oleh sang murid.

Sayidina Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah dalam kitab Ta’limul Muta’allim berkata : 
أنا عبد من علمني حرفا واحدا
Artinya, “Aku adalah hamba atau budak bagi siapapun yang mengajarkan ilmu kepadaku, walau hanya satu huruf.”

Dari konteks ungkapan di atas siapakah yang dimaksut guru menurut Sayyidina Ali?  Ungkapan tersebut memiliki makna yang dalam bahwa guru merupakan seseorang yang mengajarkan ilmu, memberikan pengetahuan, mengkontrol akhlaq hingga mendoakan muridnya. Guru bukan hanya sekedar memberikan informasi saja, kalau demikian google jauh lebih hebat dalam memberikan informasi, namun guru lebih dari pada itu.

Peran Guru secara garis besar ada dua yaitu sebagai pendidik dan pengajar. Peran guru sebagai pendidik (tarbiyah) merupakan penekanan nilai-nilai akhlaqul karimah kepada murid melalui proses pembelajaran dan pengawasan, sedangkan pengajaran (ta’lim) merupakan proses pemberian pengetahuan kepada murid. Kedua peran tersebut perlu diterapkan secara bersamaan agar bisa menghasilkan murid yang mengedepankan nilai-nilai akhlaqul karimah dan memiliki inteligensi yang baik.

Realitasnya yang banyak diterapkan dalam pendidikan di Indonesia adalan peran guru sebagai pengajar yaitu masih sebatas memberikan pengetahuan ilmu kepada murid tanpa mengkontrol bagaimana keseharian akhlaknya. Oleh karena itu, peran guru sebagai pendidik membutuhkan waktu yang banyak, perlu adanya sinergi, uswatun hasanah dan kesabaran. 

Kembali kepada falsafah dari Ki Hajar Dewantara tentang guru yaitu “Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani” yang mejadi pedoman bagi guru dalam membimbing anak didiknya. 

Semboyan Ing Ngarso Sung Tulodo memiliki arti bahwa seorang guru di depan harus mampu menjadi contoh bagi anak didiknyya, baik sikap, akhlaq maupun pola pikirnya. Ing Madyo Mangun Karso berarti bila guru berada di antara anak didiknya, maka guru tersebut harus mampu memberikan inspirasi dan motivasi bagi anak didik untuk dapat memilki akhlaq yang baik, pengetahuan yang luas mampu memilki sosial yang baik.

Sedangkan semboyan penutup yakni Tut Wuri Handayani memiliki arti bahwa guru di belakang anak didik diharapkan mau memberikan kepercayaan dalam melaksanakan tugasnya dengan baik, mengkontrol akhlaq murid.

Berangkat dari falsafah tersebut nampaknya seluruh guru di Indonesia perlu menjadi pendidik dan pengajar, karena kebutuhan zaman semakin mendesak dimana moralitas pemuda banyak yang tidak terkontrol. Siapakah yang harus menjadi garda terdepan pembenahan moral pemuda Indonesia? Pastilah guru.

Oleh karena itu, peran guru di era saat ini tidak hanya sekedar memberikan pengetahuan di lembaga pendidikan saja tapi guru memberikan ilmu dengan mempelajari ilmu yang akan disampaikan terlebih dahulu, memberikan contoh akhlaq yang baik, guru mendoakan muridnya disetiap saat dan waktu tanpa mengenal lelah dan berhenti. 

Selamat Hari Guru

Semoga seluruh guru di Indonesia oleh Allah Swt diberikan pertolongan, perlindungan, kesabaran, kekuatan dhohir dan bathin, barokah, manfaat ilmu dan rizqinya. Amin ya rabbal ‘alamin.

***

*) Oleh: Muhammad Sidiq Purnomo, M. Pd, Mahasiswa Program Doktoral Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Guru MTs Al Amiriyyah Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

Pewarta :
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Malang just now

Welcome to TIMES Malang

TIMES Malang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.