Bale by BTN di Dadaku
TIMES Malang/Para pemain arema menggunakan jersey dengan sponsor utama Bale by BTN. (Dok. TIMES Indonesia)

Bale by BTN di Dadaku

Bagi BTN, sepak bola bukan hanya tentang pertandingan selama 90 menit. Ini adalah ruang pertemuan antara loyalitas, komunitas, dan masa depan layanan keuangan yang kini mulai terhubung, satu per satu, melalui Bale by BTN.

TIMES Malang,Rabu 25 Februari 2026, 21:26 WIB
3.1K
A
Achmad Fikyansyah

MalangBale by BTN di dadaku. Kalimat itu terdengar seperti ungkapan perasaan. Tentang sesuatu yang dijaga dekat dengan hati. Tentang kebanggaan yang melekat dalam diri. Tapi itulah yang terjadi terhadap Aremania saat ini. Bale by BTN literally ada di dada Aremania. Di jersey yang dimiliki oleh Arema FC di musim ini.

PT Bank Tabungan Negara (BTN) resmi menjadi sponsor utama Arema FC selama satu musim di Liga 1 Tahun 2025/2026. Dengan kerjasama itu, mereka menempatkan logo besar Bale by BTN di dada jersey milik klub bola asal Malang itu. Sebenarnya, bukan hanya Arema FC saja yang disponsori. Ada klub besar lain yang juga mendapat support. Seperti Persib Bandung, Persita Tanggerang, dan PSM Makassar. Tapi bila dicermati, ternyata hanya Arema FC yang memasang logo Bale by BTN di tengah-tengah dada.

Sehingga ketika Aremania mengatakan Bale by BTN di dadaku, hal itu jelas tak bisa dibantah. Karena logo super apps itu benar-benar menempel di dada jersey tim kebanggaan arek Malang. Tepat di bawah lambang singa yang selama ini menjadi identitas klub, tulisan Bale by BTN berdiri jelas di tempat yang selalu terlihat. Di bagian yang dikenakan dengan rasa bangga.

Ketika pertandingan, logo itu selalu ikut terbawa berlari di lapangan. Ikut berkeringat bersama para pemain. Dan ikut dibawa pulang oleh ratusan ribu suporter yang mengenakan jersey yang sama, dengan perasaan yang sama.

Namun makna “di dadaku” tidak berhenti pada harfiah saja. Ia perlahan menemukan tempatnya dalam keseharian Aremania. Mengubah kebiasaan dari konvensional ke digital. Seperti yang dialami Muhammad Nur Hadi (30), Aremania asal Muharto Gang 5, Kotalama, Kedungkandang, Kota Malang.

article
Ilustrasi pembelian tiket pertandingan arema melalui aplikasi Bale by BTN. (Istimewa)

Hadi adalah seorang supporter yang cukup fanatik. Hampir tidak ada laga Arema FC yang dia lewatkan tanpa hadir ke stadion. Khususnya pada saat laga kandang. Pekerjaannya sebagai seorang pedagang makanan ringan keliling, membuat dia bisa fleksibel untuk mengatur waktu antara bekerja dan menonton bola. Bahkan dia sudah biasa meninggalkan kerjanya demi mendukung klub kesayangannya.

“Kalau Arema main siang, kerja libur dulu,” ujarnya.

Meski dari golongan muda, pria kelahiran Madura ini sebenarnya termasuk tipe orang yang tidak pernah bertransaksi secara digital atau online. Pengakuanya, sebenernya  punya rekening bank, namun jarang ada uangnya yang masuk ke sana. Semua transaksi dia lakukan secara tunai. Termasuk saat membeli tiket pertandingan arema.

Sebelumnya, anak bungsu dari 3 bersaudara ini rela antri berjam-jam untuk membeli tiket nonton Arema. Walau dengan cara itu dia masih acap kali kehabisan tiket. Terlebih ketika pertandingan derby. Namun demi mendukung tim kebanggaannya, Hadi rela membeli ke calo tiket dengan harga yang lebih mahal. Bahkan bisa sampai 2 kali lipat dari harga aslinya.

Membeli tiket secara konvensional adalah kebiasaan yang telah dilakukan hadi sekitar 1 dasawarsa terakhir. Atau sejak orang tua Hadi mengizinkan secara penuh anaknya itu berangkat ke stadion tanpa pendampingan. Namun habit itu perlahan berubah di akhir tahun 2025.

Di Liga 1 2025/2026 ini, ketika Bale by BTN menjadi sponsor utama Arema FC, klub dan perbankan sepakat untuk menyediakan tiket secara digital melalui Super Apps Bale by BTN. Opsi untuk membeli secara online di aplikasi menjadi sebuah kewajiban ketika H-1 dan hari H pertandingan. Tiket hanya bisa dibeli melalui aplikasi pada 2 hari itu.

Dengan ketentuan baru itu, Hadi terpaksa mengubah cara transaksi demi tim kesayangannya. Bermodalkan tutorial membeli tiket melalui aplikasi  di media sosial, pria dengan tinggi 168 itu pun mencoba untuk pertama kali bertransaksi secara cashless.

Mulanya, Hadi mengunduh aplikasi Bale by BTN di smartphone-nya. Sebagai pengguna baru, dia kemudian memilih menu "Buka Rekening Baru". Kemudian dia arahkan pada pilihan produk tabungan yang sesuai. Setelah itu dia diminta untuk mengunggah foto e-KTP dan mengisi data pribadi sesuai KTP dan memasukkan kode OTP yang dikirim melalui email dan SMS.

Kelanjutannya, Hadi diminta untuk melengkapi data pekerjaan dan registrasi E-Channel, membuat Mobile Personal Identification Number (MPIN), User ID, hingga Kata Sandi, dan melakukan Verifikasi E-KYC dengan cara video call untuk verifikasi wajah. Dengan cara mudah itu, Rekening pun selesai dibuat dan siap digunakan.

"Waktu itu saya sambil jualan bikinya. Karena tidak perlu datang ke bank, jadi enak tetap bisa kerja," tuturnya.

Tentu, pertama kali yang dia cari dalam aplikasi itu adalah menu untuk membeli tiket pertandingan Arema FC. Tidak butuh waktu lama, setelah dia berhasil mengisi saldo, tiket pertandingan Arema sudah dia miliki dalam hitungan menit. Barulah dia sadar bahwa transaksi secara online begitu mudah dan efisien.

Beberapa hari setelah itu, dia mengaku mulai mencoba fitur lain, seperti pembayaran menggunakan QRIS. Setelah beberapa bulan hingga hari ini,
Hadi bahkan mengaku lebih banyak bertransaksi cashless dari pada cash. "Lebih gampang dan simpel aja. Jadi sekarang gak bingung bawa uang," kata dia.

Apa yang dirasakan Hadi, ternyata  juga dirasakan oleh ratusan ribu atau bahkan jutaan supporter lainya. Melek transaksi digital jalur cinta klub sepak bola. Hal itu dibenarkan oleh Manajer Bisnis Arema FC, Munif Bagaskara Wakid. Dia menerangkan, banyak Aremania yang membuka rekening baru lewat Bale by BTN karena bank ini menjadi sponsor utama Arema FC. Bahkan, Munif menyebut, di antara sejumlah klub besar lain yang juga disponsori BTN, Arema FC mencatat angka pembukaan rekening tertinggi.

“Yang bikin surprise adalah dibanding klub lain yang juga disponsori BTN, Alhamdulillah Arema FC pembukaan rekeningnya tertinggi sejauh ini,” ujar Munif kepada TIMES Indonesia.

Dia tidak menyebut angka pasti, karena perbankan juga belum membeberkan angka pasti. Namun dari data yang ia ketahui, jumlahnya telah mencapai ratusan ribu rekening baru BTN yang dibuka oleh Aremania

“Sejauh yang saya tahu, sudah di angka ratusan ribu Aremania yang membuka rekening baru di BTN melalui Bale. Jadi saya sangat yakin Bale by BTN ini sangat diterima oleh Aremania,” katanya.

Tentu capaian itu tidak datang begitu saja. Strategi digitalisasi tiket pertandingan melalui aplikasi adalah kunci utama prestasi ini. Integrasi antara sistem perbankan dengan kebutuhan supporter adalah layanan apik yang menjadi inovasi. Yang juga mencatatakan Arema sebagai satu-8satunya klub yang menerapkan kebijakan pembelian tiket secara eksklusif melalui Bale by BTN, terutama pada periode krusial menjelang pertandingan.

“Program yang kita ciptakan, pembelian tiket H-1 dan hari H pertandingan itu hanya bisa melalui Bale by BTN, itu cuma Arema yang punya,” ujarnya.

Dengan sistem itu, para suporter praktis tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan aplikasi tersebut dan secara otomatis membuka rekening. "Mungkin mulanya terpaksa, tapi kemudian suka karena lebih mudah," kata dia.

Selain dengan sistem, Munif menyebut juga ada penguatan dari internal klub. Mulai dari manajemen, staf, hingga pemain, ikut mendorong penggunaan Bale by BTN sebagai bagian dari ekosistem baru klub.

Menurut Munif, capaian tersebut menjadi salah satu indikator penting bagi keberlanjutan kerja sama kedua pihak. Aremania dimudahkan, BTN lebih luas dalam melayani masyarakat. 

Bagi Arema, kolaborasi dengan BTN juga menghadirkan pengalaman berbeda dibandingkan kerja sama dengan sponsor perbankan yang pernah mereka terima. Munif menilai BTN lebih terbuka terhadap pendekatan kolaboratif yang menyesuaikan dengan karakter industri sepak bola.

“Kelebihan BTN, mereka sangat komunikatif, terbuka dengan hal-hal baru, dan mau mencari win-win solution,” katanya.

“Karena Perbankan itu kadang terlalu saklek dengan apa yang mereka inginkan. Tapi BTN berbeda, kita bisa cari win-win solution, apa yang relate dengan football industri dan perbankan. itu kita cari titik temunya," lanjut Munif.

Ia juga melihat langkah BTN masuk ke sepak bola sebagai strategi yang tepat, terutama untuk memperluas persepsi publik tentang BTN. Yang sebelumnya dikenal luas sebagai bank penyedia pembiayaan perumahan. Menjadi bank penyedia layanan keuangan yang lebih luas.

“Salah satu tujuan mereka memang rebranding. Bahwa BTN bukan hanya tentang KPR, tapi one stop solution untuk finansial. Mereka punya super apps yang bisa dipakai untuk berbagai kebutuhan,” ujar Munif.

Sehingga dia meyakini, langkah BTN untuk mendukung kemajuan sepak nola tanah air, adalah langkah yang jitu dalam memberikan dampak sosial dan layanan terintegrasi untuk masyarakat. Hal yang semacam ini dia sebut sebagai bukti nyata melayani negeri.

“Sepak bola punya basis massa yang sangat banyak. Jadi menurut saya, langkah mereka masuk industri sepak bola sudah sangat tepat,” pungkasnya.

Senada, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyebut, keputusan masuk ke industri sepak bola Indonesia merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam mendukung perkembangan olahraga nasional, sekaligus memperluas transformasi bisnis perseroan sebagai bank modern.

“Mayoritas masyarakat Indonesia masih mencintai sepak bola. Karena itu kami ingin berperan dalam pengembangan dunia sepak bola secara tidak langsung, yakni melalui sponsorship,” ujarnya.

Dia menegaskan, langkah ini bukan sekadar percobaan sesaat. BTN melihat industri sepak bola sebagai sektor dengan potensi besar, baik dari sisi komunitas maupun peluang bisnis jangka panjang. Nixon bahkan membandingkannya dengan keterlibatan BTN di ajang BTN Jakarta International Marathon, yang kini menjadi salah satu event lari terbesar di Indonesia.

“Ini langkah awal kami masuk ke industri sepak bola Indonesia. Dan BTN, jika sudah masuk ke sebuah industri, akan serius,” katanya.

Pilihan BTN untuk mendukung klub-klub seperti Arema FC, Persita Tangerang, dan PSM Makassar tidak lepas dari besarnya basis suporter yang dimiliki. Melalui kolaborasi itu, BTN ingin membangun citra baru sebagai bank yang tidak hanya identik dengan kredit perumahan, tetapi juga sebagai penyedia layanan keuangan yang relevan dengan gaya hidup masyarakat modern.

Tujuan kerja sama ini tidak berhenti pada visibilitas merek. BTN juga memanfaatkan kolaborasi ini untuk memperluas basis nasabah melalui aplikasi Bale by BTN, baik dari kalangan pemain, official, maupun suporter. Dengan semakin banyaknya komunitas sepak bola yang terhubung, BTN mendorong transformasi menjadi bank transaksional yang hadir dalam aktivitas keuangan sehari-hari.

“BTN siap menyediakan solusi perbankan dan keuangan, baik untuk nasabah reguler, BTN Prospera, maupun BTN Prioritas,” ujar Nixon.

Transformasi itu tercermin dari pertumbuhan Bale by BTN yang signifikan sepanjang 2025. Hingga akhir tahun, jumlah pengguna aplikasi tersebut telah mencapai sekitar 3,7 juta akun. Angka itu meningkat pesat sejak pertama kali diluncurkan pada Februari 2025.

Lonjakan pengguna itu berjalan seiring dengan meningkatnya aktivitas transaksi. Sepanjang 2025, volume transaksi Bale by BTN tercatat mencapai 2,2 miliar transaksi, melonjak lebih dari 79 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai transaksinya pun menembus Rp103,6 triliun.

Dari sisi pendanaan, kontribusi Bale by BTN terhadap dana pihak ketiga BTN juga terus menguat. Hingga akhir 2025, saldo pengguna Bale by BTN mencapai Rp22,8 triliun, tumbuh lebih dari 15 persen secara tahunan.

Di tingkat regional, Regional Office Head Kantor Wilayah Jawa Timur Bali Nusa Tenggara BTN, Carly Tambunan mengatakan, kerja sama dengan klub sepak bola juga menjadi cara BTN untuk mendekatkan layanan keuangan dengan komunitas.

“Harapannya, dengan kerja sama ini BTN bisa mendukung sepak bola Indonesia untuk maju,” ujarnya.

BTN juga menghadirkan berbagai insentif bagi suporter, mulai dari cashback transaksi menggunakan QRIS Bale by BTN di area stadion, bonus jersey resmi bagi nasabah tertentu, hingga potongan harga untuk pembelian merchandise klub.

Ke depan, BTN membuka peluang untuk memperluas kolaborasi, tidak hanya dalam bentuk sponsorship, tetapi juga pengembangan ekosistem bisnis yang melibatkan komunitas suporter.

“Kita akan melihat potensi kerja sama lain yang memungkinkan. Apa yang bisa menjadi peluang bisnis bagi BTN, dan juga menjadi potensi finansial bagi klub dan komunitasnya,” kata Carly.

Bagi BTN, sepak bola bukan hanya tentang pertandingan selama 90 menit. Ini adalah ruang pertemuan antara loyalitas, komunitas, dan masa depan layanan keuangan yang kini mulai terhubung, satu per satu, melalui Bale by BTN. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Achmad Fikyansyah
|
Editor:Hainorrahman