Penelitian UMM Soroti Potensi Kampung Budaya Polowijen Malang sebagai Laboratorium Budaya
UMM melalui Pusat Studi Kebudayaan melakukan penelitian multidisiplin di Kampung Budaya Polowijen. Kajian ini menyoroti potensi budaya, pendidikan, hingga kearifan lokal yang dapat dikembangkan sebagai laboratorium budaya berbasis komunitas
MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menyoroti potensi budaya yang berkembang di Kampung Budaya Polowijen (KBP) melalui kajian akademik yang dilakukan oleh Pusat Studi Kebudayaan UMM.
Penelitian tersebut menggali lebih dalam potensi KBP dari berbagai perspektif keilmuan, mulai dari kajian hukum, pendidikan dan bahasa, pemberdayaan masyarakat, kesehatan, komunikasi, sosiologi, tarbiyah, hingga psikologi.
Kepala Pusat Studi Kebudayaan UMM, Daroe Iswatiningsih, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma, khususnya pengabdian kepada masyarakat berbasis komunitas budaya.
“Ini adalah komitmen dari perguruan tinggi untuk KBP,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan kebudayaan yang bertumpu pada pengalaman langsung serta penulisan kebudayaan sebagai salah satu ciri khas Pusat Studi Kebudayaan yang berada di lingkungan perguruan tinggi.
Dalam penelitian ini, Kampung Budaya Polowijen mendapatkan apresiasi atas upaya masyarakatnya dalam membangun infrastruktur sekaligus menjaga keberlanjutan budaya lokal melalui pendekatan komunitas.
Proses penggalian data dilakukan para peneliti selama kurang lebih dua bulan. Berbagai topik menarik turut dikaji, mulai dari regulasi pariwisata berbasis komunitas, nilai pendidikan dalam tembang macapat, budaya minum jamu untuk meningkatkan imunitas kesehatan, hingga pengembangan produk minuman fungsional berbasis resep tradisional Polowijen.
Selain itu, para peneliti juga menyoroti pentingnya pendidikan berbasis kearifan lokal, pelestarian makanan tradisional, hingga pemanfaatan teknologi melalui web galeri interaktif untuk memperkenalkan budaya Polowijen kepada generasi muda.
Hasil penelitian tersebut nantinya akan diterbitkan dalam bentuk artikel ilmiah serta dirangkum menjadi buku yang kemudian diserahkan kepada Kampung Budaya Polowijen sebagai bahan pengembangan di masa mendatang.
Baca juga
Sekretaris Pusat Studi Kebudayaan UMM, Frida Kusumastuti, mengatakan bahwa ide-ide dari berbagai disiplin ilmu tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan untuk pengembangan kampung budaya secara berkelanjutan.
“Nantinya hasil kajian akan kami terbitkan dan serahkan ke KBP. Harapannya ide-ide dari berbagai disiplin ilmu ini secara bertahap dapat dikembangkan di KBP dan Pusat Studi Kebudayaan UMM bersama komunitas lain sehingga semakin menarik perhatian,” ujarnya.
Melalui kajian multidisiplin tersebut, Kampung Budaya Polowijen dinilai bukan sekadar kampung yang menjaga tradisi. Lebih dari itu, kawasan ini dipandang sebagai laboratorium budaya yang dapat dikembangkan melalui pendekatan akademik serta kolaborasi lintas bidang ilmu. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



