Prof. Dr. H. Ahmad Barizi, M.A., anggota Dewan Pendidikan Kota Malang.

Masuk Dewan Pendidikan, Prof Ahmad Barizi Ingin Perkuat Pendidikan Karakter di Kota Malang

Pendidikan harus mampu mempersiapkan manusia yang siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati dirinya.

TIMES Malang,Jumat 24 Juli 2026, 14:13 WIB
194
H
Hainor Rahman

MALANGGuru Besar Ilmu Tasawuf UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Ahmad Barizi, resmi bergabung sebagai anggota Dewan Pendidikan Kota Malang. Amanah baru tersebut akan difokuskannya untuk memperkuat pembangunan karakter, spiritualitas, dan budaya sebagai fondasi peningkatan mutu pendidikan di Kota Malang.

Prof. Ahmad Barizi menjadi satu dari 11 anggota Dewan Pendidikan Kota Malang yang dilantik Wali Kota Malang, Dr. Wahyu Hidayat, di BBPPMPV BOE (eks VEDC) Malang, Kamis (23/7/2026). 

Pasalnya, Dewan Pendidikan berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memberikan masukan, pertimbangan, serta rekomendasi terhadap kebijakan pendidikan.

Usai dilantik, Prof. Barizi mengatakan kehadirannya di Dewan Pendidikan merupakan amanah untuk ikut memastikan arah pendidikan Kota Malang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun kualitas manusia yang utuh.

Menurutnya, visi Malang Mbois Berkelas akan sulit diwujudkan apabila pembangunan sumber daya manusia tidak menjadi prioritas utama.

"Selaras dengan cita-cita Bapak Wali Kota tentang Malang Mbois Berkelas, saya meyakini pendidikan adalah kunci utama. Kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisiknya, tetapi juga dari kualitas manusianya," ujarnya.

Ia menilai tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, perubahan pola hidup masyarakat, serta dinamika generasi muda di era digital. Karena itu, Dewan Pendidikan perlu menghadirkan berbagai rekomendasi yang mampu menjawab kebutuhan pendidikan masa depan.

Prof. Ahmad Barizi juga mendorong lahirnya lingkungan belajar yang lebih nyaman melalui konsep green school, sekaligus memperkuat sinergi antara sekolah, pesantren, dan lembaga kebudayaan agar pendidikan tetap berakar pada nilai-nilai agama dan budaya lokal.

"Kita harus melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter, spiritualitas, dan integritas. Pendidikan harus mampu mempersiapkan manusia yang siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati dirinya," tegasnya.

Dengan pengalaman sebagai akademisi dan Guru Besar Ilmu Tasawuf, Prof. Ahmad Barizi berharap dapat memberikan kontribusi nyata melalui Dewan Pendidikan Kota Malang dalam merumuskan kebijakan yang mendorong peningkatan mutu pendidikan sekaligus memperkuat pembangunan karakter generasi muda di Kota Malang.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Hainor Rahman
|
Editor:Hainorrahman