Ketegangan Iran–AS–Israel Memanas, Pengamat UMM: Dampaknya Bisa Picu Kenaikan BBM dan Harga Pangan
Ketegangan Iran, AS, dan Israel berpotensi berdampak pada ekonomi global. Pengamat UMM menilai konflik bisa memicu kenaikan harga BBM dan bahan pokok di Indonesia.
MALANG – Ketegangan geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel semakin memanas menyusul wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang disebut akibat serangan AS–Israel. Situasi ini memicu kekhawatiran global, termasuk potensi dampaknya terhadap perekonomian Indonesia.
Pakar Hubungan Internasional dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dion Maulana P., M.Hub.Int, Ph.D (cand.), menilai konflik ini bukan sekadar respons militer jangka pendek, melainkan akumulasi rivalitas panjang yang bersifat eksistensial.
Menurutnya, dalam perspektif keamanan ontologis (ontological security), Iran dan Israel sama-sama memandang pihak lawan sebagai ancaman mendasar bagi keberlangsungan negaranya. Selama persepsi ancaman itu masih ada, potensi konflik akan terus berulang.
Eskalasi terbaru juga dipicu kebuntuan negosiasi nuklir antara Teheran dan Washington yang berlangsung sejak tahun sebelumnya. Isu yang dipersoalkan bukan hanya potensi pengembangan senjata nuklir, tetapi juga keamanan kawasan Timur Tengah serta perlindungan sekutu AS, terutama Israel.
Meski situasi memanas, Dion mengimbau publik tidak tergesa-gesa menyimpulkan konflik ini akan berujung pada perang dunia ketiga. Menurutnya, konflik global berskala besar membutuhkan dinamika politik dan militer yang jauh lebih kompleks.
Kekhawatiran meningkat setelah jalur energi strategis dunia di Selat Hormuz dilaporkan ditutup. Selat tersebut merupakan salah satu jalur distribusi minyak mentah terpenting dunia. Jika gangguan berlangsung lama, dampaknya bisa memicu lonjakan harga energi global.
Indonesia berpotensi merasakan efek langsung, terutama pada sektor energi dan pangan. Kenaikan harga minyak mentah dunia hampir pasti akan mendorong kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Selanjutnya, peningkatan biaya distribusi dapat memicu kenaikan harga bahan pokok di dalam negeri.
Karena itu, perkembangan konflik di Timur Tengah tidak hanya berdampak pada stabilitas keamanan global, tetapi juga memiliki implikasi ekonomi yang signifikan bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


