GKJW Siap Sambut Jemaah Harlah 1 Abad NU, Sediakan Transit dan Logistik
TIMES Malang/Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama pengurus Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) dalam koordinasi persiapan Harlah 1 Abad NU di Kota Malang (6/2/2026). (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)

GKJW Siap Sambut Jemaah Harlah 1 Abad NU, Sediakan Transit dan Logistik

GKJW menyiapkan tempat transit dan logistik bagi jemaah dalam peringatan Harlah 1 Abad NU pada 7–8 Februari 2026 sebagai wujud persaudaraan lintas iman.

TIMES Malang,Jumat 6 Februari 2026, 20:33 WIB
20.9K
M
Miranda Lailatul Fitria (MG)

MALANGMenyambut perayaan Harlah 1 Abad NU yang akan dilaksanakan pada 7–8 Februari 2026, Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) menyatakan kesiapan menyambut para Nahdliyin dengan menyediakan tempat transit bagi jemaah.

Ketua Majelis Agung GKJW, Pendeta Natael Hermawan, mengatakan langkah tersebut merupakan upaya merawat persaudaraan lintas iman yang telah terjalin lama, sekaligus memperkuat silaturahmi antara GKJW dan Nahdlatul Ulama (NU) yang sudah dibangun sejak puluhan tahun lalu.

“Bagi kami, ini bukan hanya persoalan teknis, tetapi cara merawat persaudaraan antara GKJW dan NU, karena secara historis kami hampir sama,” ujarnya kepada TIMES Indonesia usai agenda koordinasi.

Secara historis, NU dan GKJW memiliki sejumlah persamaan. NU lahir pada 1926 di Tebuireng, Jombang, sementara GKJW berdiri pada 1931 di Jombang. Selain itu, Presiden keempat Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang juga tokoh NU, pernah mengajar di GKJW selama tujuh tahun. Latar belakang sejarah tersebut menjadi salah satu alasan GKJW menyambut kehadiran jemaah NU dalam peringatan Harlah 1 Abad NU.

Pendeta Natael menambahkan, kawasan GKJW akan menerima jemaah dari PCNU Surabaya dengan jumlah sekitar 1.200 orang. Penyiapan fasilitas tersebut merupakan mandat langsung untuk merawat persaudaraan lintas iman.

article

Rencananya, jemaah akan tiba sekitar pukul 23.00 WIB dan transit di GKJW sebelum melaksanakan long march pada pagi hari menuju Stadion Gajayana.

Selain menyediakan tempat transit, GKJW juga menyiapkan logistik berupa camilan, kopi, teh, dan air minum sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas.

“Prinsipnya seadanya. Orang Jawa menyebutnya sebagai gotong royong,” tambahnya.

Pendeta Natael juga menyampaikan ucapan selamat kepada NU serta berharap peringatan 1 Abad NU menjadi berkah bagi bangsa Indonesia dan momentum untuk terus merawat persaudaraan antara GKJW dan NU.

Senada dengan itu, Wakil Ketua GKJW, Pendeta Kristianto, berharap Indonesia ke depan semakin kuat, rukun, harmonis, dan bersatu.

“Kami berharap Indonesia semakin kuat, harmonis, dan rukun. Kami juga meneladani saudara-saudara dari NU,” ujarnya.

Selain GKJW, sejumlah gereja di Malang juga membuka pintu dan menyambut para jemaah dalam rangkaian peringatan Harlah 1 Abad NU. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Miranda Lailatul Fitria (MG)
|
Editor:Tim Redaksi