Atur Skema Penyaluran dan Pemilihan Menu, Distribusi MBG di Kota Malang Selama Ramadan Dipastikan Tetap Jalan
Ilustrasi - MBG. (FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)

Atur Skema Penyaluran dan Pemilihan Menu, Distribusi MBG di Kota Malang Selama Ramadan Dipastikan Tetap Jalan

Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kota Malang dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadan 2026.

TIMES Malang,Kamis 19 Februari 2026, 10:22 WIB
2.9K
R
Rizky Kurniawan Pratama

MALANGMakan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kota Malang dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadan 2026. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kota Malang, Muhammad Athoillah.

Meski tetap berjalan, Athoillah memastikan terdapat sejumlah penyesuaian pada jenis menu dan mekanisme penyaluran MBG.

Athoillah mengatakan, penyesuaian dilakukan terutama bagi peserta nonpondok. Selama bulan Ramadan, peserta tetap (BP) akan menerima makanan kemasan sehat yang siap santap dan dapat disimpan hingga waktu berbuka puasa.

“Selama Ramadan, untuk peserta BP tetap menggunakan makanan kemasan sehat. Jadi makanannya siap makan, tetapi bisa juga disimpan sampai buka puasa,” ujar Athoillah, Kamis (19/2/2026).

Sementara itu, untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di lingkungan pondok pesantren, mekanisme distribusi dilakukan berbeda. Makanan tetap menggunakan sistem ompreng dan disalurkan menjelang waktu berbuka puasa.

“Kalau di lingkungan pondok pesantren, kami berikan saat waktu buka puasa. Tetap menggunakan ompreng dan memasaknya pada siang hari,” ungkapnya.

Dalam teknis distribusi, setiap penerima manfaat akan mendapatkan dua totebag. Satu totebag dikirim pada hari berjalan, sedangkan totebag yang telah digunakan akan diambil pada keesokan harinya. Skema ini diterapkan untuk menjaga kebersihan serta kelancaran proses distribusi MBG.

Isi paket MBG selama Ramadan juga disesuaikan agar lebih tahan lama dan tidak mudah basi. Menu yang disiapkan antara lain roti, buah, kurma, dan telur. Jenis makanan dipilih dari bahan yang relatif aman disimpan seharian hingga waktu berbuka.

“Intinya makanan yang bisa awet selama penyimpanan seharian sampai waktu buka puasa,” jelasnya.

Untuk jadwal penyaluran, Athoillah menegaskan tidak ada perubahan. Distribusi tetap dilakukan seperti hari biasa. Namun, bagi wilayah dengan mayoritas murid tidak berpuasa, sistem ompreng tetap diterapkan seperti pada hari normal.

“Nanti yang puasa menunya kami sesuaikan dengan menu puasa. Kalau yang tidak puasa, tetap kami layani dengan ompreng seperti biasanya,” tuturnya.

SPPI Kota Malang juga melakukan pendataan khusus bagi penerima kategori ibu hamil dan ibu menyusui. Menu akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing penerima.

Ibu hamil yang menjalankan puasa akan menerima paket dengan menu khusus Ramadan. Sementara itu, bagi yang tidak berpuasa tetap dilayani dengan sistem ompreng serta tambahan dua makanan kering siap santap sesuai anjuran gizi.

“Pendataan kami lakukan melalui grup masing-masing. Biasanya ibu hamil dan menyusui banyak yang tidak puasa, sehingga kami sesuaikan seperti hari biasa,” tegasnya.

Menjawab kekhawatiran terkait potensi makanan basi selama Ramadan, Athoillah memastikan pihaknya telah menerbitkan Surat Edaran (SE) kepada seluruh SPPG. Dalam edaran tersebut ditegaskan agar makanan kemasan tidak mengandung bahan yang mudah basi, seperti santan.

“Sudah ada surat edaran. Terutama makanan kemasan, kalau bisa tidak mengandung santan dan sejenisnya karena tidak awet,” pungkasnya.(*) 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Rizky Kurniawan Pratama
|
Editor:Imadudin Muhammad