Gelar Kelas Politiku di Malang, Pemuda Katolik Jatim Siapkan Kader Politik Beretika
TIMES Malang/Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin bersama Ketua PP Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma, Ketua Pemuda Katolik Komda Jawa Timur Christophorus Suryo, serta Vikaris Jenderal Keuskupan Malang Rm. Ignasius Adam.

Gelar Kelas Politiku di Malang, Pemuda Katolik Jatim Siapkan Kader Politik Beretika

Pemuda Katolik Jawa Timur menggelar acara penguatan kader melalui seminar Kelas Politiku di Malang.

TIMES Malang,Senin 9 Februari 2026, 19:04 WIB
1.1K
T
TIMES Magang 2025

MALANGPemuda Katolik Jawa Timur menggelar Kelas Politiku di Kota Malang pada 7–8 Februari 2026 sebagai bagian dari upaya membangun kader politik yang menjunjung nilai keadaban dan demokrasi.

Program ini dibuka melalui Seminar Nasional bertajuk “Bergerak dari Altar ke Pasar: Merawat Politik dan Demokrasi yang Berkeadaban” di SMAK St. Albertus (Dempo).

Ratusan peserta yang berasal dari umat Katolik, organisasi lintas iman, serta pengurus Pemuda Katolik se-Regio Jawa dan Lampung menghadiri forum tersebut. Hadir pula Vikaris Jenderal Keuskupan Malang Rm. Ignasius Adam, Dewan Pembina Pemuda Katolik Komda Jawa Timur, serta Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin.

Dalam seminar, Rm. Yohanes K. Jeharut dari Komisi Kerawam Konferensi Waligereja Indonesia menekankan pentingnya keterlibatan umat Katolik dalam ruang publik sebagai wujud iman yang diwujudkan melalui tindakan nyata.

Sementara itu, pakar kepemiluan Prof. A. Ramlan Surbakti memaparkan tantangan demokrasi di Indonesia, khususnya terkait proses elektoral. Ia menilai penguatan etika politik harus dimulai dari kesadaran personal warga negara.

Ketua Umum Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, menyampaikan bahwa kader organisasi dituntut berperan sebagai agen perubahan sosial. Menurutnya, politik seharusnya dimaknai sebagai sarana pengabdian bagi masyarakat.

Ketua Pemuda Katolik Komda Jawa Timur, Christophorus Suryo, menjelaskan kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara pengurus pusat, komda Jawa Timur, dan Kerasulan Awam Keuskupan Malang. "Kami erharap kaderisasi serupa dapat terus berlanjut setelah agenda di Malang," ucapnya.

Dukungan pemerintah daerah turut ditegaskan oleh Ali Muthohirin. Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa ruang politik seharusnya digunakan untuk melayani kepentingan publik, bukan sekadar memperjuangkan ambisi pribadi atau kelompok.

Materi Kelas Politiku

Usai seminar, para peserta mengikuti sesi Kelas Politiku yang menghadirkan sejumlah narasumber dari latar belakang berbeda. Ketua Bawaslu Jawa Timur Abdul Warits mengulas peran pengawasan pemilu dalam menjaga integritas demokrasi, serta pentingnya keterlibatan masyarakat sipil.

Akademisi Universitas Negeri Malang, Yuventia, mengajak peserta melihat dinamika politik melalui pendekatan ilmiah dan riset sosial. Sedangkan anggota Bawaslu DKI Jakarta Benny Sabdo membagikan pengalaman praktis pengawasan pemilu di ibu kota.

Nurita Yuliati, Wakil Ketua Bidang Politik dan Kepemiluan Pemuda Katolik Jawa Timur sekaligus Ketua Steering Committee kegiatan, mengatakan Kelas Politiku dirancang sebagai ruang belajar sekaligus refleksi. Ia menyebut peserta akan mendapatkan pendampingan lanjutan melalui pertemuan-pertemuan kecil sebagai bagian dari rencana aksi Batch I.

"Kader-kader yang lulus akan kami temani dalam pertemuan kecil, agar kapasitas mereka terus terjaga," katanya.

Program Kelas Politiku di Malang ini diharapkan menjadi titik awal penguatan kapasitas kader Pemuda Katolik dalam mendorong praktik politik yang beretika, demokratis, serta berpihak pada kepentingan publik. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:TIMES Magang 2025
|
Editor:Tim Redaksi