Jenazah Remaja Hanyut di Sumbermanjing Ditemukan di Bendungan Sengguruh setelah 4 Hari Pencarian
Jenazah Octa Puji Raharjo (13) yang hanyut di irigasi Desa Druju, Sumbermanjing Wetan, ditemukan di Bendungan Sengguruh setelah 4 hari pencarian. Identifikasi cocokkan sidik jari dengan ijazah korban.
MALANG – Jenazah yang ditemukan mengapung di aliran Bendungan Sengguruh, Kabupaten Malang, pada Jumat (20/2/2026) kemarin, akhirnya terungkap.
Identitas jenazah misterius itu adalah Octa Puji Raharjo (OPR), remaja yang beberapa hari sebelumnya dilaporkan hanyut terseret arus sungai irigasi Desa Druju, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.
"Kami telah melakukan identifikasi jenazah dan hasilnya menunjukkan bahwa korban adalah Octa Puji Raharjo," kata Imam Nahrowi, OSC Tim Posko OpSAR Druju, dalam pesan keterangannya, Sabtu (21/2/2026).
Identifikasi jenazah dilakukan oleh Tim Forensik RSUD Kanjuruhan dan INAFIS Polres Malang, pada Jumat (20/2/2026) sekitar jam 14.15 WIB. Sebelum dievakuasi, mayat diperkirakan telah berada di lokasi selama beberapa hari, sehingga proses identifikasi memakan waktu beberapa jam.
Hasil pemeriksaan, korban diperkirakan meninggal sekitar 2-4 hari sebelum ditemukan. Petugas juga mendapati sidik jari korban cocok dengan cap 3 jari pada ijazah korban semasa sekolah.
Seperti diberitakan, Octa Puji Raharjo (13) dilaporkan hilang setelah terseret arus irigasi di Desa Druju Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, pada Selasa (17/2/2026) pukul 13.45 WIB. Sebelum hanyut terseret, korban sedang bermain dengan tiga temannya saat kondisi hujan.

Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian selama empat hari, dan akhirnya menemukan jenazah korban di Bendungan Sengguruh Kepanjen, di hari keempat pencarian, pada Jumat (20/2/2026) lalu.
Berdasarkan hasil identifikasi dan kecocokan tersebut, petugas meyakini bahwa jenazah Mr X yang ditemukan di Bendungan Sengguruh adalah korban hanyut OPR asal Desa Druju.
Tim SAR bersama Polsek Sumbermanjing Wetan dan perangkat Desa Druju segera berkoordinasi dengan pihak keluarga.
Pihak keluarga menerima hasil identifikasi tersebut. Jenazah lalu dijemput keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan hari ini juga.
Dengan teridentifikasinya korban, operasi SAR resmi dinyatakan ditutup dan seluruh potensi SAR dikembalikan ke satuan masing-masing.
“Operasi SAR yang dilakukan sejak penemuan jenazah telah dinyatakan selesai. Atas nama tim dan seluruh unsur yang terlibat, kami sampaikan terima kasih atas bantuan dan dukungan kerja sama semua pihak,” demikian dari Pusdalops BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




