Perayaan 1 Suro Semarak di Kabupaten Malang, dari Kirab Budaya Gunung Kawi hingga Grebeg Suro Sumberagung
Penampilan warga tiap dusun Desa Wonosari saat perayaan 1 Suro, yang dipusatkan di area wisata ritual Pesarean Gunung Kawi Kabupaten Malang, Selasa (16/6/2026) malam. (Foto: Amin/TIMES Indonesia)

Perayaan 1 Suro Semarak di Kabupaten Malang, dari Kirab Budaya Gunung Kawi hingga Grebeg Suro Sumberagung

Perayaan 1 Suro di Kabupaten Malang berlangsung meriah melalui kirab budaya di Pesarean Gunung Kawi dan Grebeg Suro Desa Sumberagung yang diikuti puluhan RT dan lembaga pendidikan.

TIMES Malang,Rabu 17 Juni 2026, 19:12 WIB
91
K
Khoirul Amin

MALANG – Perayaan 1 Suro atau 1 Muharram digelar di berbagai wilayah di Kabupaten Malang. Mulai dari kirab budaya di kawasan Pesarean Gunung Kawi hingga Grebeg Suro di Desa Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Kirab budaya peringatan 1 Suro digelar masyarakat Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, di kawasan Pesarean Gunung Kawi hingga Selasa (16/6/2026) malam.

Berbagai kreasi budaya ditampilkan dalam pawai yang diikuti enam kontingen dari masing-masing dusun di Desa Wonosari. Setelah pawai, sebagian peserta menampilkan pertunjukan seni di halaman Klenteng Chiam Si yang berada di area Pesarean Eyang Djugo.

Di antaranya, tarian Bapang, sendratari Badad Alas dari RW 03, tarian kolosal warga RW 06 Desa Wonosari, hingga atraksi kelompok bantengan.

article

Sebelum pertunjukan seni dimulai, digelar ritual doa ruwatan yang dipimpin pemuka adat setempat. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian berkah dari sejumlah gunungan hasil bumi yang sebelumnya diarak menuju lokasi kegiatan.

Kepala Desa Wonosari, Suwito, mengungkapkan bahwa tradisi perayaan 1 Suro di kawasan Pesarean Gunung Kawi telah berlangsung sejak lama. Namun, kegiatan tersebut sempat terhenti selama masa pandemi Covid-19.

"Perayaan 1 Suro ini sudah lama digelar masyarakat sini. Tetapi setelah pandemi, kami belum bisa melaksanakan. Sekarang kami mencari momentum yang tepat untuk menggelarnya kembali, meski belum bisa melibatkan seluruh wilayah," ujar Suwito di sela kegiatan, Selasa (16/6/2026) malam.

Meski tetap berlangsung meriah, menurutnya skala perayaan tahun ini masih lebih kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau dulu setiap RW bisa menampilkan keseniannya. Tetapi sekarang kami masih memulainya per dusun. Untuk mengangkat per RW, kondisinya masih belum memungkinkan," katanya.

Grebeg Suro Desa Sumberagung

Perayaan Grebeg Suro juga digelar masyarakat Desa Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Rangkaian kegiatan dikemas melalui tirakatan, doa bersama, dan penyajian uba rampe.

article

"Doa dalam Grebeg Suro dipanjatkan untuk memohon keselamatan, menolak bala, serta sebagai ungkapan syukur dalam menyambut tahun baru," ujar Kepala Desa Sumberagung, Muzayid.

Menurutnya, Grebeg Suro merupakan salah satu bentuk rasa syukur masyarakat atas berbagai nikmat yang telah diberikan Tuhan.

Dalam kegiatan tersebut, warga berbondong-bondong membawa uba rampe berupa ogoh-ogoh berbentuk gunungan yang dihiasi hasil bumi dan aneka makanan.

Grebeg Suro tahun ini diikuti 37 RT dan 15 lembaga pendidikan dengan mengusung tema "Cancut Taliwanda, Mbangun Praja".

Sebanyak 50 ogoh-ogoh gunungan diarak dari depan Kantor Desa Sumberagung menuju Lapangan Gunturan, Desa Sumberagung. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Khoirul Amin
|
Editor:Imadudin Muhammad