DPC MADAS Kabupaten Malang Resmi Dilantik, Siap Hadir sebagai Solusi Persoalan Daerah
Kabupaten Malang membutuhkan organisasi kemasyarakatan yang mampu membangun kolaborasi sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
MALANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Masyarakat Madura Asli (MADAS) Kabupaten Malang resmi dideklarasikan dan dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Malang.
Momentum tersebut sekaligus menjadi penegasan komitmen organisasi untuk mengambil peran lebih besar dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Malang.
Ketua DPC MADAS Kabupaten Malang, Moh. Sofwan, mengatakan organisasi yang dipimpinnya hadir bukan sekadar menjadi wadah berkumpulnya masyarakat Madura, melainkan sebagai mitra yang siap berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan daerah.
Menurutnya, Kabupaten Malang memiliki potensi yang besar di berbagai sektor. Namun, di balik potensi tersebut masih terdapat berbagai tantangan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
"Kabupaten Malang adalah daerah yang besar dengan potensi luar biasa. Tetapi di tengah potensi itu masih banyak persoalan yang harus kita selesaikan bersama. Kesejahteraan masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab kita semua," ujar Sofwan.
Ia menegaskan, kehadiran MADAS didasari kesadaran bahwa masyarakat harus menjadi pelaku perubahan, bukan sekadar penonton dalam proses pembangunan.
"MADAS Sedarah hadir bukan sebagai penonton pembangunan. Kami ingin menjadi bagian dari solusi. Organisasi ini lahir bukan untuk memperbanyak anggota, tetapi memperbanyak dampak yang bisa dirasakan masyarakat," katanya.
Sofwan menilai Kabupaten Malang membutuhkan organisasi kemasyarakatan yang mampu membangun kolaborasi sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Karena itu, DPC MADAS Kabupaten Malang telah menyiapkan sejumlah program prioritas, di antaranya mendorong pemuda menjadi motor perubahan, memperluas partisipasi masyarakat dalam pembangunan, serta memperkuat jejaring kemitraan dengan berbagai pihak.
"Kami ingin menghadirkan gerakan yang produktif. Pemuda harus menjadi penggerak perubahan, masyarakat harus dilibatkan lebih luas, dan kolaborasi harus terus dibangun agar manfaat organisasi benar-benar dirasakan," ujarnya.
Sementara itu, Dewan Penasehat DPD MADAS Jawa Timur, Lia Istifhama, menilai semangat yang harus terus dijaga oleh masyarakat Madura adalah membangun ekonomi produktif sebagai fondasi kemajuan bangsa.
Menurutnya, peran masyarakat Madura selama ini telah memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, termasuk melalui sektor usaha mikro dan perdagangan.
"Spirit bangsa hari ini adalah membangun ekonomi produktif. Diakui atau tidak, salah satu penyangga ekonomi rakyat adalah warung-warung Madura yang tumbuh di berbagai daerah. Itu menunjukkan etos kerja masyarakat Madura yang luar biasa," kata Lia.
Ia berharap semangat tersebut terus menjadi kekuatan utama MADAS dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional.
"Kalau kita ingin Indonesia menjadi bangsa yang kuat, maka tokoh-tokoh Madura dan organisasi seperti MADAS harus menjadi bagian dari penopangnya. Orang Madura dikenal memiliki etos kerja yang tinggi. Spirit itulah yang harus terus dijaga agar mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Lia juga mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik menjadikan organisasi sebagai ruang pengabdian, bukan sekadar simbol kebersamaan.
"Saya berharap MADAS terus membawa semangat perjuangan dan mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Organisasi akan dinilai bukan dari seberapa besar anggotanya, tetapi seberapa besar manfaat yang mampu diberikan," pungkasnya.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

