Posko Bersama Lintas Iman Siap Sukseskan Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Kota Malang
TIMES Malang/Koordinasi berbagai ormas hingga lintas organisasi keagamaan jelang Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Kota Malang. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)

Posko Bersama Lintas Iman Siap Sukseskan Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Kota Malang

Kota Malang bersiap menjadi tuan rumah puncak peringatan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar pada 7–8 Februari 2026 di Stadion Gajayana mendatang.

TIMES Malang,Senin 2 Februari 2026, 23:21 WIB
41.4K
R
Rizky Kurniawan Pratama

MALANGKota Malang bersiap menjadi tuan rumah puncak peringatan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar pada 7–8 Februari 2026 di Stadion Gajayana mendatang.

Kegiatan akbar ini diperkirakan dihadiri sekitar 100 ribu jamaah dari berbagai daerah, sehingga berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas di sejumlah titik pusat kota.

Sebagai bentuk dukungan dan partisipasi aktif, sejumlah elemen masyarakat lintas organisasi dan lintas agama mendirikan posko bersama.

Posko tersebut digagas oleh Malang Peduli Demokrasi (MPD), Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKAUB) Malang, Pemuda Pancasila (PP) Kota Malang, serta Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Malang, dan berlokasi di Rumah Makan Kertanegara, Kecamatan Klojen.

Presiden MPD, Imam Muslich mengatakan, posko bersama ini disiapkan untuk membantu jamaah Mujahadah Kubro dengan berbagai fasilitas kemanusiaan. Bantuan yang disalurkan antara lain ambulans, obat-obatan ringan, makanan, serta minuman seperti kopi dan teh.

“Saya tidak menargetkan jumlah bantuan tertentu. Sampai hari ini donasi masih terus berjalan. Teman-teman dari FKAUB, INTI, dan MPD terus memberi dukungan karena ini untuk kemanusiaan dan kebaikan Kota Malang,” ujar Imam Muslich, Senin (2/2/2026).

Sementara itu, Sekretaris Jenderal FKAUB Malang, Pendeta David Tobing, menilai peringatan Harlah 1 Abad NU di Kota Malang memiliki makna tersendiri. Menurutnya, kuatnya dukungan lintas agama dan lintas organisasi menjadi cerminan nyata semangat moderasi beragama yang tumbuh di Kota Malang.

“Kita berharap ada resonansi bagi dunia bahwa Kota Malang adalah kota yang sungguh-sungguh moderat. Dukungan para tokoh agama dan tokoh masyarakat ini adalah wujud nyata Bhinneka Tunggal Ika, pelangi nusantara dari Kota Malang untuk Indonesia,” tegas Pendeta David.

Dari unsur kepemudaan, Pemuda Pancasila Kota Malang menyatakan kesiapan penuh dalam membantu pengamanan kegiatan.

Perwakilan PP Kota Malang, Imam Muchlis, mengatakan pihaknya akan menurunkan personel di sejumlah titik strategis untuk menjaga kondusivitas selama acara berlangsung.

“Kami siap membackup keamanan dan menciptakan suasana yang kondusif. Kota Malang harus tetap damai, berpedoman pada NKRI harga mati dan Pancasila abadi,” ungkapnya.

Dukungan serupa juga disampaikan perwakilan INTI Malang, George da Silva. Ia menegaskan keterlibatan INTI dalam Mujahadah Kubro 1 Abad NU sebagai bentuk komitmen terhadap nilai moderasi, toleransi, dan semangat gotong royong lintas elemen masyarakat.

Tak hanya dari organisasi masyarakat, dukungan untuk Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU di Stadion Gajayana juga datang dari Gereja Katedral Ijen dan sejumlah gereja lainnya. 

“Beberapa gereja disiapkan sebagai lokasi transit jamaah guna membantu kelancaran mobilitas sekaligus memperkuat kerukunan antarumat beragama,” ucapnya.

Sebagai informasi, kegiatan ini merupakan puncak Harlah 1 Abad NU yang akan terpusat di Kota Malang. Dengan begitu, Pemkot Malang bersama Forkopimda pun turut memberikan dukungan penuh dengan menyiapkan berbagai fasilitas pendukung. Mulai dari pengaturan lalu lintas, jalur khusus kendaraan, posko kesehatan lengkap dengan tenaga medis dan ambulans, hingga penambahan rute angkutan umum dan kantong parkir. Koordinasi juga dilakukan dengan hotel dan penginapan untuk menampung tamu dari luar daerah.

Peringatan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU di Kota Malang bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi juga menjadi simbol kuat persatuan, toleransi, dan moderasi beragama. Dukungan lintas elemen masyarakat ini menegaskan Kota Malang sebagai kota yang harmonis, sejuk, dan damai, sekaligus mengirim pesan kepada dunia bahwa Indonesia mampu merawat kebhinekaan.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Rizky Kurniawan Pratama
|
Editor:Tim Redaksi