Unika Widya Karya Malang Sosialisasikan Literasi Digital dan Anti-Perundungan di SMA Immanuel Batu
TIMES Malang/Unika Widya Karya Malang menggelar sosialisasi bertema Bijak Bermedia Digital dan Cerdas Menolak Perundungan. Kegiatan tersebut digelar di Aula SMA Immanuel Batu, Senin (9/2/2026).

Unika Widya Karya Malang Sosialisasikan Literasi Digital dan Anti-Perundungan di SMA Immanuel Batu

Unika Widya Karya Malang menyatakan sosialisasi literasi digital dan anti-perundungan sangat relevan dengan kebutuhan siswa saat ini.

TIMES Malang,Senin 9 Februari 2026, 22:23 WIB
11.5K
S
Slamet Mulyono

MalangUniversitas Katolik Widya Karya Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi bertema Bijak Bermedia Digital dan Cerdas Menolak Perundungan. Kegiatan tersebut digelar di Aula SMA Immanuel Batu, Senin (9/2/2026).

Kegiatan ini diikuti lebih dari 300 siswa kelas X hingga XII. Para siswa dibekali pemahaman mengenai literasi digital dan pencegahan perundungan, sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan di era digital.

Sosialisasi berlangsung interaktif dan aplikatif. Hadir sebagai pemateri utama, Saverius Dhuri Mbipi, S.Ak., M.Ak., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Widya Karya Malang yang juga menjabat Ketua Tim Promosi kampus tersebut. Ia didampingi dua mahasiswa semester akhir, Audy dan Yesi.

Dalam paparannya, Saverius menjelaskan bahwa teknologi digital memiliki dua sisi yang tidak terpisahkan, yakni kemudahan sekaligus potensi bahaya. Menurutnya, perangkat digital yang digunakan sehari-hari dapat menjadi sarana pembelajaran, namun juga berpotensi melukai orang lain jika tidak digunakan secara bijak.

“Telepon genggam di tangan kita adalah pintu gerbang ilmu pengetahuan, tetapi juga bisa menjadi alat untuk menyakiti sesama. Literasi digital bukan sekadar mampu mengoperasikan aplikasi, melainkan memahami etika, keamanan data, serta dampak dari setiap unggahan atau komentar yang kita kirim,” ujarnya.

Ia juga menyoroti maraknya praktik cyberbullying atau perundungan di dunia maya yang kerap terjadi tanpa disadari remaja. Menurutnya, jejak digital bersifat permanen dan dapat menimbulkan dampak psikologis yang mendalam bagi korban.

“Kata-kata di ruang digital meninggalkan jejak yang tidak mudah dihapus. Jangan sampai generasi penerus justru menjadi pelaku atau korban tindakan yang merusak,” tegasnya.

Selain materi literasi digital, Saverius turut menyampaikan informasi mengenai Program 1.000 Sarjana dari Pemerintah Kota Batu. Program beasiswa tersebut ditujukan untuk mendukung putra-putri berprestasi Kota Batu agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

“Unika Widya Karya Malang merupakan salah satu perguruan tinggi mitra resmi Pemkot Batu dalam program ini. Ini menjadi peluang bagi siswa yang berprestasi dan berkomitmen untuk melanjutkan studi,” jelasnya.

Apresiasi terhadap kegiatan ini disampaikan Yanuar, salah satu guru SMA Immanuel Batu. Ia menilai sosialisasi literasi digital dan anti-perundungan sangat relevan dengan kebutuhan siswa saat ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Unika Widya Karya Malang atas kontribusi nyata ini. Materi yang disampaikan sangat penting sebagai benteng bagi siswa dalam beraktivitas di dunia digital. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menambah wawasan siswa, tetapi juga menumbuhkan kesadaran untuk menggunakan teknologi secara positif serta menciptakan ruang digital yang aman dan inklusif. Melalui kegiatan ini, sinergi antara perguruan tinggi dan pendidikan menengah juga semakin diperkuat, sejalan dengan peran kampus sebagai agen perubahan sosial. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Slamet Mulyono
|
Editor:Tim Redaksi