Ratusan Mahasiswa Mulai Kepung DPRD Kota Malang, Teriakkan “Menjerit Indonesiaku”
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Malang BerGerak (MBG) mulai mengepung Gedung DPRD Kota Malang.
Malang – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Malang BerGerak (MBG) mulai mengepung Gedung DPRD Kota Malang, Rabu (17/6/2026). Massa aksi yang diinisiasi oleh BEM Malang Raya ini mulai datang sekitar pukul 13.15 WIB dengan mengenakan pakaian serba hitam dan membawa berbagai spanduk berisi tuntutan.
Sejak tiba di lokasi, mahasiswa langsung memadati area depan gedung dewan. Mereka bergantian melakukan orasi yang menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah pusat yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.
Pantauan lokasi, sejumlah spanduk yang mereka bawa diantaranya, Menjerit Indonesiaku, PPN 12% Moral Prabowo 0% dan lainnya.
Aksi ini diperkirakan akan terus membesar. Sebab, massa dari berbagai kampus di Kota Malang disebut masih akan berdatangan secara bergelombang untuk bergabung dalam demonstrasi tersebut.
Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti beberapa program nasional yang saat ini menjadi perhatian publik. Mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), hingga pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.
Salah satu isu yang paling banyak disuarakan adalah program Makan Bergizi Gratis. Massa menilai pelaksanaan program tersebut menyisakan berbagai persoalan di lapangan dan perlu dievaluasi secara menyeluruh.
“MBG sudah meracuni rakyat, banyak kejadian dan ini harus dihentikan,” teriak salah satu peserta aksi saat berorasi di depan massa.

Selain MBG, mahasiswa juga mengkritisi berbagai kebijakan ekonomi pemerintah yang dinilai semakin membebani masyarakat. Kenaikan harga BBM turut menjadi sorotan karena dianggap berdampak langsung terhadap meningkatnya biaya hidup warga.
Tak hanya itu, massa juga membawa isu Koperasi Desa Merah Putih yang belakangan menjadi program strategis pemerintah. Mereka mempertanyakan arah kebijakan serta efektivitas program tersebut dalam menjawab persoalan ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Hingga berita ini ditulis, aksi demonstrasi masih berlangsung. Massa terus melakukan orasi secara bergantian di depan Gedung DPRD Kota Malang sembari menunggu kedatangan peserta lain dari sejumlah kampus di Kota Malang.
Pengamanan di sekitar lokasi juga tampak diperketat. Aparat kepolisian berjaga di sejumlah titik untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan dan memastikan jalannya aksi tetap berlangsung kondusif. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

