Ananda Ayu Anjani, saat mendapatkan penganugerahan Miss Hijab Persahabatan Jatim 2026. (Foto: dokpri)

Miss Hijab Persahabatan Jatim 2026, Ananda Ayu Menginspirasi Perempuan

TIMES Malang,Kamis 9 Juli 2026, 21:42 WIB
164
K
Khoirul Amin

MALANGAnanda Ayu Anjani, mahasiswa asal Wajak Kabupaten Malang dinobatkan sebagai Miss Hijab Persahabatan Jawa Timur 2026. Penghargaan ini disandangnya pada ajang Grand Final Miss Hijab Jawa Timur, yang diselenggarakan di Hotel Bisanta Bidakara Surabaya, 5 Juli 2026.

Prestasi membanggakan ini diraih dara yang kini mahasiswa baru Universitas Negeri Malang (UM), setelah melewati berbagai tahapan seleksi mulai administrasi, pra-karantina secara daring, hingga karantina pada 4 Juli 2026 lalu. 

Ananda Ayu mengungkapkan, karantina harus dijalaninya bersama para finalis terbaik dari kabupaten/kota di Jawa Timur. Selama karantina ini, para finalis mendapatkan pembekalan mengenai kepribadian, kepemimpinan, public speaking, advokasi, dan etika.

"Kami juga mendapatkan penilaian yang menguji karakter, kemampuan komunikasi, dan kepedulian sosial setiap finalis," kata Ananda, kepada TIMES Indonesia, Kamis (9/7/2026) petang.

Bagi Ananda, masa karantina menjadi pengalaman yang sangat berharga. Ia mengaku tidak pernah membayangkan dapat berdiri di titik tersebut dan bertemu dengan perempuan-perempuan inspiratif dari berbagai daerah di Jawa Timur.
"Saya benar-benar tidak menyangka berada di titik ini. Saat memasuki karantina, rasanya campur aduk antara bahagia, haru, dan penuh rasa syukur. Bertemu perempuan-perempuan hebat membuat Saya semakin yaki, bahwa setiap perempuan punya kesempatan sama untuk bertumbuh, belajar, dan memberi manfaat bagi masyarakat," ungkapnya.
Namun, di balik senyum bahagia yang selalu ia tampilkan, tersimpan perjuangan yang tidak diketahui banyak orang. Di tengah padatnya agenda karantina, kondisi kesehatannya sempat menurun. Meski tubuhnya kurang fit, ia tetap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga malam grand final dengan penuh semangat.
Ananda punya prinsip kuat, smile in all conditions, yang ia pegang selama mengikuti kompetisi yang tidak mudah ini.
"Saya sempat sakit saat karantina. Tentu tidak mudah, tetapi saya terus menguatkan diri untuk tetap berpenampilan terbaik. Saya selalu mengingatkan diri sendiri untuk tetap tersenyum dalam segala keadaan, karena saya yakin setiap perjuangan akan menemukan jalannya," ungkapnya.
Perjalanan menuju Surabaya pun tidak selalu berjalan mulus. Menjelang keberangkatan, Ananda mengaku sempat ingin mengundurkan diri, karena belum memperoleh dukungan yang diharapkannya dari pemerintah daerah. 
Namun, di tengah rasa gundah itu, keluarga menjadi alasan terbesar yang membuatnya kembali bangkit dan meyakini mimpinya.
Sang mama, menjadi sosok yang memberi dukungan penuh selama proses persiapannya, mulai doa, semangat, hingga memenuhi berbagai kebutuhan kompetisi. Ayah, kakak, adek, dan mas juga selalu hadir mendampingi setiap langkahnya. 
Mereka bergantian mengantar Ananda menghadiri berbagai agenda penting, mulai proses fitting busana, photoshoot, latihan, hingga seluruh rangkaian kegiatan menuju grand final. 
Keluarga besar pun terus memberikan dukungan melalui doa, waktu, tenaga, perhatian, serta bantuan materi sehingga seluruh proses dapat dijalani dengan baik.

Advokasi dan Edukasi Perempuan

Bagi Ananda, keberhasilan yang diraihnya tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, melainkan juga membawa harapan agar semakin banyak perempuan muda berani mengembangkan potensi, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Beberapa program ingin diwujudkan Ananda, dan sempat disampaikannya di ajang Miss Hijab Persahabatan tersebut. Ia memperkenalkan Sisterlillah, gerakan pemberdayaan perempuan muslimah yang bisa menjadi ruang aman bagi perempuan untuk bertumbuh dan saling menguatkan. 
"Melalui gerakan Sisterlillah ini, perempuan bisa mengembangkan potensi diri melalui pendidikan, budaya, dan aksi-aksi sosial," tandas Ananda.
Sebagai Miss Hijab Persahabatan Jatim 2026, lanjutnya, Sisterlillah akan melalui beberapa program utama. Yakni, Sister Talk yang menjadi ruang berbagi cerita, edukasi, dan penguatan bagi perempuan agar lebih percaya diri dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. 
Selain itu, Ngaji Budaya yang akan mengajak generasi muda untuk membiasakan penggunaan bahasa Jawa yang santun dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya melestarikan budaya lokal di tengah perkembangan zaman. 
Selain itu, Syar'i with Identity yang dihadirkan sebagai kampanye untuk menumbuhkan kebanggaan mengenakan busana syar'i dalam aktivitas sehari-hari, sekaligus mendukung produk-produk UMKM lokal sebagai penguatan ekonomi kreatif.
Selain itu, ia ingin menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk berani mencoba, berprestasi, dan memperluas pengalaman melalui berbagai kompetisi positif.
Berangkat dari perjalanan prestasi yang telah ia lalui, Ananda berharap dapat berbagi pengalaman, pengetahuan, dan motivasi agar semakin banyak anak muda berani mengembangkan potensinya serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ananda meyakini, gelar yang diraih bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan amanah untuk terus menebarkan inspirasi kepada para perempuan Indonesia.
"Hijab bukanlah penghalang bagi seorang muslimah untuk meraih prestasi. Justru hijab menjadi pengingat agar setiap langkah yang kita ambil membawa manfaat. Saya percaya setiap perempuan punya hak yang sama untuk bermimpi, belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi luar biasa yang Allah titipkan. Prestasi bukan siapa yang paling sempurna, tetapi tentang siapa yang berani mencoba, terus bertumbuh, dan memberikan manfaat bagi sesama," yakin Ananda.

Berprestasi Tidak Instan

Ananda Ayu adalah lulusan MAN 2 Kota Malang. Ia kini mahasiswa baru UM yang mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah.
Perempuan asal Desa Sukoanyar Wajak Kabupaten Malang ini sebelumnya telah mendapatkan berbagai penghargaan. Diantaranya, Runner up I Duta Lalu Lintas Kabupaten Malang 2025, dan Runner up I Duta Kreator Jawa Timur 2026.
Nama Ananda Ayu tahun ini kembali mengharumkan nama Kota dan Kabupaten Malang di ajang Miss Hijab Jatim tersebut. Perjalanan menuju gelar yang disandang tersebut tidak diraih secara instan. 

Berkat rekam jejak prestasi yang konsisten selama ini, Ananda pun diterima di UM melalui jalur prestasi SNBP sekaligus memperoleh Golden Ticket. 

Ananda mengungkapkan, hampir seluruh prestasi yang berhasil ia raih selama ini lahir dari perjuangan keluarganya. Tanpa sponsor besar, ia dan keluarga berusaha secara mandiri untuk mewujudkan setiap kesempatan yang datang. 

Baginya, keluarga adalah fondasi utama di balik setiap langkah dan pencapaiannya. Ia pun bersyukur yang mendalam punya keluarga yang selama ini menjadi sumber kekuatan terbesar di setiap langkahnya.

"Saya sangat bersyukur karena perjalanan ini tidak saya lalui sendiri. Dukungan, doa, dan kepercayaan dari keluarga menjadi kekuatan terbesar saya untuk terus melangkah dan memberikan yang terbaik" ungkapnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Khoirul Amin
|
Editor:Ferry Agusta Satrio