Kisah Farida, Mahasiswi di Malang Sukses Sukses Modernisasi Jajanan Tradisional Getas Lumer
Farida saat melayani pembeli getas lumer. (FOTO: Istimewa)

Kisah Farida, Mahasiswi di Malang Sukses Sukses Modernisasi Jajanan Tradisional Getas Lumer

Semangat dan keberanian mencoba menjadi kunci sukses Farida, seorang pengusaha muda asal Malang yang berhasil mengembangkan kuliner tradisional menjadi produk modern bernama getas lumer.

TIMES Malang,Jumat 3 April 2026, 15:56 WIB
106
M
Miranda Lailatul Fitria

MALANGSemangat dan keberanian mencoba menjadi kunci sukses Farida, seorang pengusaha muda asal Malang yang berhasil mengembangkan kuliner tradisional menjadi produk modern bernama getas lumer.

Getas sendiri merupakan jajanan tradisional berbahan dasar tepung ketan dan kelapa yang digoreng, lalu dilapisi gula. Farida kemudian memodifikasinya dengan menambahkan isian glaze seperti cokelat, tiramisu, dan matcha, sehingga menghadirkan cita rasa baru yang lebih diminati generasi muda.

Ide bisnis ini bermula pada 2024 saat Farida melihat ibunya membuat getas di rumah. Ia kemudian mencoba mengombinasikannya dengan cokelat yang tersedia, dan hasilnya ternyata cocok.

“Dulu aku lihat ibu buat getas, terus di rumah ada coklat, yaudah aku coba-coba campurin ternyata cocok,” ujarnya saat wawancara (3/4/2026).

article

Berawal dari sistem pre-order (PO) ke teman-temannya, bisnisnya mendapat respons positif. Dari hasil penjualan tersebut, Farida mengumpulkan modal hingga akhirnya membuka gerai pertamanya pada Juni 2024.

Mahasiswi program studi Manajemen Bisnis di STIE Malangkuçeçwara ini mengaku bukan berasal dari keluarga berada. Kondisi tersebut justru menjadi motivasi untuk terus berkembang dan mencoba peluang bisnis.

Sebelum sukses dengan getas lumer, Farida sempat mencoba berjualan donat dan jajanan lainnya. Namun, usaha tersebut tidak berlanjut karena kurangnya konsistensi.

Kini, selain kuliah dan berorganisasi, Farida juga aktif membangun personal branding di media sosial melalui akun Instagram @getaslumer_malang.

article

Ia mengakui bahwa tantangan terbesar yang dihadapi adalah manajemen waktu dan menjaga konsistensi, terutama saat penjualan menurun. Meski begitu, Farida tetap berusaha disiplin dalam mengatur prioritas serta memberi waktu istirahat agar tidak mengalami kelelahan berlebih.

“Aku bagi waktuku, kalau ada waktu kosong aku buat konten. Kalau jualan sudah ada jamnya sore ke malam, apalagi sekarang sudah ada karyawan jadi aku tinggal kontrol,” jelasnya.

Saat ini, getas lumer telah memiliki dua gerai di kawasan Samaan dan Sukun, Malang. Ke depan, Farida berharap bisnisnya dapat terus berkembang dan membuka lebih banyak cabang.

“Aku berharap bisa buka banyak cabang lagi supaya getas lumer dapat dirasakan oleh masyarakat,” tutupnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Miranda Lailatul Fitria
|
Editor:Imadudin Muhammad