Empat Dekade, Produksi Rumahan Keripik Singkong Singosari, Malang Tetap Eksis
Di tengah gempuran produk makanan ringan modern, Kripik Singkong Wijaya tetap bertahan dengan resep sederhana dan cita rasa klasik.
TIMESINDONESIA – Usaha rumahan Kripik Singkong Wijaya Bu Am yang berlokasi di Jalan Wijaya Barat No.115A, Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, telah berdiri sejak 1983. Usaha ini pertama kali dirintis oleh Bu Am bersama suaminya dan hingga kini masih mempertahankan sistem produksi rumahan di lokasi tersebut.
Selain menjadi tempat produksi, lokasi di Jalan Wijaya Barat juga melayani penjualan langsung kepada konsumen. Sementara itu, cabang penjualan lainnya berada di Jalan Kertanegara, Candirenggo, dengan lokasi strategis, tepat di depan Candi Singosari dan mulai beroperasi sejak 2018. Baik di Jalan Wijaya Barat maupun di Jalan Kertanegara, toko buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WIB.
Selama bulan Ramadan, penjualan terpantau tetap stabil dengan pembeli yang datang silih berganti meski tidak dalam kondisi terlalu ramai sekaligus. Menurut Rizka, kasir di cabang Jalan Kertanegara, peningkatan signifikan biasanya terjadi menjelang Lebaran.
“Kalau mendekati Lebaran, penjualan lebih banyak daripada hari-hari biasanya, jadi produksinya juga meningkat di hari-hari itu,” ujarnya.

Ia menambahkan, lonjakan permintaan tersebut umumnya dipicu kebutuhan masyarakat yang membeli kripik sebagai oleh-oleh maupun sajian untuk tamu saat Idulfitri.
Meski menyediakan beragam camilan, mulai dari kripik buah hingga kripik singkong beraneka rasa lainnya, varian kripik singkong original justru menjadi varian yang paling banyak diburu pembeli.
“Yang paling dicari pembeli tetap varian keripik singkong original, walaupun sudah banyak jenis keripik yang lain” kata Rizka.
Keberadaan cabang yang berada di jalur utama dan berhadapan langsung dengan Candi Singosari turut menjadi nilai tambah tersendiri. Selain warga sekitar, tak sedikit pengunjung dari berbagai macam wilayah yang singgah untuk membeli camilan sebagai buah tangan.
Di tengah gempuran produk makanan ringan modern, Kripik Singkong Wijaya tetap bertahan dengan resep sederhana dan cita rasa klasik yang telah dikenal sejak puluhan tahun lalu. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



