https://malang.times.co.id/
Berita

Pemkab Malang Dorong Jalur Pansela Segera Tersambung ke Blitar dan Lumajang

Senin, 19 Januari 2026 - 21:34
Pemkab Malang Dorong Jalur Pansela Segera Tersambung ke Blitar dan Lumajang Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma. (Dok. TIMES Indonesia)

TIMES MALANG, MALANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mendorong percepatan penyambungan jalur Pantai Selatan (Pansela) Malang dengan Pansela Kabupaten Lumajang dan Blitar.

Dorongan ini menguat seiring rampungnya pembangunan jalur Pansela di wilayah Malang sepanjang sekitar 58 kilometer.

Bupati Malang HM Sanusi menegaskan, konektivitas antardaerah di kawasan selatan Jawa Timur menjadi kunci pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah pesisir selatan Malang.

“Kalau itu sudah nyambung, nanti tiga jalur Pansela bisa langsung terhubung dengan Lumajang dan Blitar,” ujar Sanusi, Senin (19/1/2026).

Saat ini, jalur Pansela di Kabupaten Malang telah terbangun dari Kecamatan Donomulyo hingga perbatasan Blitar. Namun, sambungan ke arah Kabupaten Lumajang masih menjadi pekerjaan rumah besar yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, menjelaskan bahwa jalur yang belum terhubung menuju Lumajang memiliki panjang sekitar 45 kilometer dan melewati medan yang cukup ekstrem.

“Pansela ini sebenarnya sudah tersambung sekitar 58 kilometer, mulai dari Donomulyo sampai ke Blitar. Yang belum itu dari Sumawe menuju Lumajang,” katanya.

Menurut pria yang akrab disapa Oong ini, Pemkab Malang bersama Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) telah melakukan diskusi intensif terkait kelanjutan proyek tersebut. Bahkan, BBJN mendorong pemerintah daerah agar aktif mengusulkan percepatan pembangunan jalur Pansela ke Kementerian PUPR.

“Balai Besar justru meminta kami juga aktif mengusulkan ke kementerian agar Pansela ini benar-benar terhubung. Blitar sudah bergerak, tinggal sekitar lima kilometer lagi,” ujarnya.

Sementara itu, tantangan terbesar berada pada jalur menuju Lumajang. Selain panjang trase yang mencapai 45 kilometer, kondisi geografis wilayah selatan Malang dinilai lebih ekstrem sehingga membutuhkan kajian teknis yang matang.

“Di Malang ini menuju Lumajang memang agak ekstrem. Karena itu trase-nya dinaikkan sedikit. Tapi secara teknis sudah bisa dikaji, dan basic design-nya juga sudah mulai dibuat oleh kementerian,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini yang dibutuhkan adalah penekanan dan komitmen bersama agar proyek tersebut bisa dipercepat realisasinya. Meski demikian, Pemkab Malang tetap menetapkan skala prioritas pembangunan infrastruktur di kawasan Malang Selatan.

“Ada tiga prioritas besar di Malang Selatan. Pertama jalan tol, kedua jalur IMPRES Kepanjen–Pagak yang insyaallah sudah di-approve kementerian, dan ketiga sambungan Pansela,” ungkapnya.

Oong menilai, pembangunan jalan tol masih menjadi fokus utama karena diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih signifikan. Sementara jalur Pansela diharapkan bisa dimaterialisasi secara bertahap agar arah kebijakan dari kementerian tidak terpecah.

“Kita fokuskan dulu ke jalan tol. Kalau itu sudah jalan, baru kita dorong Pansela secara lebih masif. Supaya pemikiran dari kementerian tidak terpecah-pecah,” pungkasnya. (*)

Pewarta : Achmad Fikyansyah
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Malang just now

Welcome to TIMES Malang

TIMES Malang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.