Pemkot Malang Akan Bangun Monumen Tragedi Kanjuruhan
TIMES Malang/Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat ditemui awak media. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)

Pemkot Malang Akan Bangun Monumen Tragedi Kanjuruhan

Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan monumen yang kini berbentuk pulau tersebut nantinya akan ditambah simbol Arema ... ...

TIMES Malang,Minggu 25 Februari 2024, 16:23 WIB
23.6K
R
Rizky Kurniawan Pratama

MALANGPemkot Malang berencana bakal membangun monumen Tragedi Kanjuruhan di Jalan Diponegoro, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Rencana tersebut merupakan tindaklanjut dari usulan salah satu komunitas Suporter Arema di Malang. Nantinya, monumen tersebut sebagai simbol peringatan atas Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 yang telah menewaskan 135 jiwa.

Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan monumen yang kini berbentuk pulau tersebut nantinya akan ditambah simbol Arema, yakni Singa di atasnya.

"Itu kan tempatnya tetap, hanya nanti di atasnya (median berbentuk pulau) ada monumen patung singa. Jadi tidak merubah apapun," ujar Wahyu Hidayat, Minggu (25/2/2024).

Namun, Wahyu meminta agar nantinya area yang akan dibangun monumen tersebut bisa steril dari kendaraan parkir. Sebab, saat ini diketahui kawasan tersebut difungsikan sebagai area parkir.

"Cuma saya minta kalau ada monumen, parkir disitu harus tidak ada (steril). Pemilik lahan parkir disana, sama kafe disana akan memindahkan (titik parkir)," ungkap Wahyu.

Wahyu memastikan bahwa rencana pembangunan monumen Tragedi Kanjuruhan ini telah dikomunikasikan. Pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang bersama masyarakat yang terlibat sudah berkomunikasi untuk sterilisasi kawasan tersebut.

"Jadi akan bisa kita bangun, tapi harus ada perjanjian parkir disitu harus steril. Mereka juga sudah siap," katanya.

Sementara, Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra menyebutkan bahwa usulan ini bagian dari masyarakat khususnya Aremania atas keprihatinan terhadap Tragedi Kanjuruhan.

"Ini adalah bagian dari perhatian komunitas Arema, itu peringatan peristiwa 1 Oktober," imbuhnya.

Dengan nantinya, bagaimana bisa memanfaatkan area dan monumen yang ada untuk bisa dibentuk dan ditambahkan sebagai simbol peringatan Tragedi Kanjuruhan. "Dengan memanfaatkan, pulau jalan yang dua meter di atasnya akan dibangun monumen," ucapnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Rizky Kurniawan Pratama
|
Editor:Irfan Anshori