Hidupkan Wisata Literasi dengan Bazar Buku “Out of The Boox”

Hidupkan Wisata Literasi dengan Bazar Buku “Out of The Boox”

Bazar buku “Out of The Boox” hadir di Malang Creative Center hingga 9 Februari 2026 dengan ribuan judul dari 50+ penerbit, diskon hingga 50 persen, serta strategi kolaborasi komunitas literasi dan sekolah.

TIMESINDONESIA/TIMES Magang 2025
TIMES Malang,30 Januari 2026, 21:50 WIB
27.5K
T
TIMES Magang 2025

MALANGKabar gembira bagi pecinta literasi hadir di Kota Malang. Bazar buku keliling “Out of The Boox” digelar di Malang Creative Center sejak 22 Januari hingga 9 Februari 2026. Kegiatan ini menghadirkan ribuan judul buku dari lebih dari 50 penerbit dengan potongan harga mencapai 50 persen.

Begitu memasuki area bazar, pengunjung langsung disambut gerbang berdesain penuh warna. Aroma khas buku terasa kuat saat memasuki ruang utama, dengan tumpukan buku tersusun rapi berdasarkan klasifikasi harga dan skema diskon yang ditawarkan.

Beragam jenis bacaan tersedia, mulai dari buku cerita anak seperti seri KKPK, buku pengembangan diri seperti The Psychology of Money, hingga karya klasik internasional The Little Prince. Selain buku, bazar ini juga menyediakan aneka mainan edukatif untuk anak-anak.

Salah satu pengunjung, Olive, mengaku terkesan dengan variasi koleksi yang tersedia. “Banyak pilihan buku dan tidak menyangka section anak-anaknya cukup banyak, bahkan ada yang dikombinasikan dengan permainan. Jadi tidak hanya buku saja,” ujarnya.

Dari sisi harga, bazar ini menawarkan buku mulai Rp25 ribu. Tersedia pula promo bundling, seperti Rp100 ribu untuk mendapatkan 4 hingga 14 buku, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung dari berbagai kalangan.

“Banyak buku murah, kebetulan juga sedang mencari buku dengan harga yang sedikit turun,” kata Hara, seorang mahasiswa.

Di balik antusiasme pengunjung, penyelenggaraan bazar ini tidak lepas dari sejumlah tantangan. Penanggung jawab acara, Hazara Nadhifa, mengungkapkan kekhawatiran awal terkait jumlah pengunjung, mengingat lokasi bazar dinilai lebih ramai saat akhir pekan.

“Tantangan secara umum adalah bagaimana cara menjaring customer agar tertarik datang,” ujarnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, panitia tidak hanya mengandalkan diskon besar-besaran dan promosi melalui media sosial. Strategi lain yang ditempuh adalah menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah serta berkolaborasi dengan komunitas dan klub pecinta buku di wilayah Malang.
“Kami menyasar komunitas literasi dan juga mengundang sekolah-sekolah untuk wisata literasi,” tutur Hazara.

Pendekatan tersebut dinilai efektif dalam memperluas jangkauan pengunjung sekaligus memperkuat fungsi bazar sebagai ruang temu literasi, bukan sekadar agenda penjualan buku. (*)

Pewarta: Arzeta Maheswari Basuki

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:TIMES Magang 2025
|
Editor:Tim Redaksi