TIMES MALANG, MALANG – Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya menyelenggarakan Rapat Senat Terbuka pada Selasa (27/1/2026) di Gedung Samantha Krida UB. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi FTP UB untuk menegaskan arah transformasi akademik dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Selaras dengan tema “Bersinergi dalam Inovasi Agroindustri dan Biosistem: Maju Berintegritas dan Berdampak Nyata untuk Indonesia Maju”, FTP UB secara resmi meluncurkan buku UMKM ber-ISBN yang ditulis oleh para dosen FTP. Peluncuran ini menegaskan komitmen FTP UB sebagai kampus berdampak yang menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
Mengusung tagline “satu dosen satu karya”, buku UMKM ini menjadi bukti komitmen tinggi dosen FTP UB terhadap pengembangan ilmu pengetahuan yang aplikatif. Buku tersebut tidak hanya berfungsi sebagai luaran akademik, tetapi juga sebagai alat strategis yang dapat diterapkan langsung di tingkat praktis, khususnya untuk mendukung sektor UMKM.
Dekan FTP UB, Prof. Yusuf Hendrawan, menjelaskan bahwa buku dipilih sebagai medium agar hasil pemikiran akademik dapat menjangkau khalayak yang lebih luas. Selama ini, karya dosen umumnya terfokus pada jurnal ilmiah yang aksesnya terbatas pada kalangan intelektual dan mahasiswa.
“Lingkup jurnal hanya para intelektual saja, sedangkan buku bisa menyasar semua kalangan. Ini adalah wujud FTP dalam kampus berdampak,” ujar Prof. Yusuf.

Buku yang diluncurkan tersebut berfokus pada pengembangan UMKM, mengingat sektor ini merupakan penggerak utama perekonomian nasional sekaligus pencipta lapangan kerja yang signifikan di Indonesia.
“Biarkan kampus lain berfokus pada birokrasi, kami sederhana saja, bisa berfokus pada pengembangan UMKM,” tegasnya.
Selain peluncuran buku, FTP UB juga memperkenalkan program Open Educations for Nation. Melalui program ini, FTP UB akan menyediakan akses pendidikan gratis yang dapat diikuti oleh masyarakat luas. Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari branding transformasi FTP UB menjadi Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB).
“Kalau jurnal saja bisa open access, seharusnya pendidikan juga bisa,” imbuh Prof. Yusuf.
Ke depan, FTP UB juga mencanangkan program “satu dosen satu paten”. Sebagai salah satu fakultas dengan jumlah paten terbanyak di Universitas Brawijaya, FTP UB berkomitmen menjaga dan mengembangkan budaya inovasi agar semakin banyak karya dosen yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Ke depan kita mencanangkan satu dosen satu paten, supaya semakin banyak masyarakat yang terdampak manfaatnya,” pungkasnya. (*)
Pewarta: Miranda Lailatul Fitria
| Pewarta | : Miranda Lailatul Fitria (MG) |
| Editor | : Imadudin Muhammad |