Kisah Sukses Ibu Suminah, Panen Ribuan Ikat Selada Air di Malang Setiap Dua Bulan
TIMES Malang/Sumainah petani selada air saat panen di lahan persawahan di desa Gubukklakah, Poncokusumo, Selasa 3/2/2026. (FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)

Kisah Sukses Ibu Suminah, Panen Ribuan Ikat Selada Air di Malang Setiap Dua Bulan

Ibu Suminah (53) sukses mengembangkan budidaya selada air di Desa Gubuk Klakah, Malang. Setiap dua bulan, ia panen 5.000–7.000 ikat besar dengan harga stabil Rp10.000 per ikat.

TIMES Malang,Selasa 3 Februari 2026, 07:11 WIB
19K
A
Adhitya Hendra

MALANGBudidaya selada air menjadi salah satu komoditas pertanian yang menjanjikan di Desa Gubuk Klakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Sayuran yang mengandalkan aliran air ini memiliki harga stabil di pasaran dan masa panen yang relatif singkat, yakni setiap dua bulan sekali.

Salah satu petani sukses di wilayah tersebut adalah Ibu Suminah (53).

Perjalanannya dimulai sebagai buruh panen selama bertahun-tahun sebelum akhirnya memiliki lahan sendiri. “Awalnya saya hanya buruh panen. Sepuluh tahun terakhir baru mengelola lahan sendiri,” tuturnya, Senin (2/2/2026).

Sumainah-petani-selada-air-b.jpg

Kini, dalam setiap periode panen dua bulanan, Ibu Suminah mampu menghasilkan 5.000 hingga 7.000 ikat besar selada air. Harga jual di tingkat petani mencapai Rp10.000 per ikat besar, yang terdiri dari 12 ikat kecil berukuran segenggaman tangan orang dewasa.

Ibu Suminah mengelola usaha pertanian ini bersama suaminya, Pak Michael (63), serta ketiga putranya, Sandi, Zainul, dan David.

Sumainah-petani-selada-air-c.jpg

Mereka secara aktif mengembangkan budidaya selada air dengan sistem yang mengandalkan air mengalir, salah satu kunci keberhasilan komoditas ini.

Dengan permintaan pasar yang stabil dan sistem budidaya yang tepat, selada air menjadi komoditas unggulan dan sumber penghasilan berkelanjutan bagi keluarga Ibu Suminah serta petani lainnya di kawasan Poncokusumo. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Adhitya Hendra
|
Editor:Tim Redaksi