https://malang.times.co.id/
Berita

Mengenal Candi Bocok, Cagar Budaya di Ujung Barat Kabupaten Malang

Kamis, 08 Januari 2026 - 14:33
Mengenal Candi Bocok, Cagar Budaya di Ujung Barat Kabupaten Malang Candi Bocok yang ada di Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang. (Foto: Disparbud Kabupaten Malang)

TIMES MALANG, MALANG – Di ujung barat Kabupaten Malang, tepatnya di Desa Pondokagung, Kecamatan Kasembon, berdiri sebuah situs cagar budaya yang belum banyak dikenal publik, yakni Candi Bocok. Candi ini menjadi salah satu peninggalan sejarah penting yang merekam jejak peradaban masa lalu di wilayah barat Malang Raya.

Berdasarkan data Malang Kabupaten Tourism Intelligence Center (Matic) Disparbud Kabupaten Malang, Candi Bocok merupakan bangunan cagar budaya yang disusun dari bata merah. Secara geografis, situs ini berada pada ketinggian 406 meter di atas permukaan laut, sekitar 55 kilometer di sebelah barat Kota Batu, di kawasan perbukitan yang berada di sekitar lahan kelola Resort Pemangkuan Hutan Ngantang (RPH Ngantang).

Candi Bocok telah diregistrasi sebagai bangunan cagar budaya oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI pada tahun 1997 dengan nomor inventaris 651/MLG/1997. Hingga kini, sisa bangunan yang dapat dijumpai di lokasi berupa dua struktur candi berbahan bata tanpa hiasan.

Pada salah satu bangunan candi, terdapat patahan arca yang menghadap ke barat. Susunan bata bagian atas candi diduga berasal dari reruntuhan yang kemudian disusun ulang dengan teknik berbeda dari susunan aslinya. Bata-bata yang digunakan seluruhnya polos, tanpa ornamen atau relief.

Sementara itu, pada bangunan candi yang berada di sisi utara, ditemukan arca perempuan dalam kondisi patah, dengan bagian yang tersisa hanya pada kaki. Patahan arca lainnya saat ini disimpan di rumah warga. Menurut informasi Muljanto, juru pelihara Candi Bocok, arca tersebut pernah hilang beberapa kali, yakni pada tahun 1973, 2001, dan 2002.

Dari hasil identifikasi dua arca yang ditemukan, terlihat adanya motif sinar pada bagian stela serta hiasan teratai di bagian kaki yang ditempatkan di atas guci. Berdasarkan ciri-ciri tersebut, para peneliti memperkirakan Candi Bocok merupakan tinggalan dari masa Kerajaan Majapahit.

Meski demikian, riwayat penemuan Candi Bocok secara tertulis hingga kini belum diketahui secara pasti. Namun, nilai sejarah dan budaya situs ini tetap hidup melalui tradisi masyarakat setempat. Hingga sekarang, warga Desa Pondokagung masih melestarikan tradisi bedah kerawang (babad desa) yang digelar setiap bulan Muharram (Asyura), tepatnya pada hari Jumat Pahing.

Tradisi tersebut dilakukan untuk memperingati hari jadi Candi Bocok, dengan kegiatan membawa nasi tumpeng oleh warga desa. Prosesi ini dilaksanakan langsung di area Candi Bocok, sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur.

Keberadaan Candi Bocok tidak hanya menjadi saksi bisu perjalanan sejarah di wilayah barat Kabupaten Malang, tetapi juga menunjukkan kuatnya keterikatan antara situs cagar budaya dengan tradisi masyarakat lokal. (*)

Pewarta : Achmad Fikyansyah
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Malang just now

Welcome to TIMES Malang

TIMES Malang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.