TIMES MALANG, MALANG – Pemkot Malang merencanakan pembangunan mini bozem di kawasan Jalan Bondowoso sebagai bagian dari strategi pengendalian banjir di sejumlah wilayah rawan genangan. Mini bozem ini akan berfungsi sebagai penampung sementara aliran air sebelum dialirkan ke saluran baru Bondowoso.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto mengatakan, konsep mini bozem dirancang untuk mengatur antrean air agar debit yang masuk ke saluran utama dapat dikendalikan.
“Konsepnya mini bozem. Air akan kita tangkap dulu sebagai antrean sebelum dialirkan ke saluran Bondowoso yang baru,” ujar Dandung, Kamis (15/1/2026).
Ia mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan kajian teknis untuk menentukan kapasitas tampungan air yang ideal. Menurutnya, kapasitas tersebut baru dapat dipastikan setelah seluruh aspek teknis dianalisis.
Pembangunan mini bozem Bondowoso merupakan bagian dari program National Urban Flood Resilience Project (NUREP) yang didukung pendanaan Bank Dunia. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat sebelumnya menyampaikan bahwa total bantuan yang diterima Kota Malang dalam program ini mencapai Rp145 miliar.
Saat ini, proyek masih berada pada tahap pengadaan dan proses lelang yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat. Jika tidak ada kendala, penandatanganan kontrak diperkirakan berlangsung pada akhir Februari hingga awal Maret 2026.
“Perkiraannya awal Maret sudah tanda tangan kontrak. Untuk pekerjaan konstruksi direncanakan mulai setelah Lebaran 2026,” ungkapnya.
Keberadaan mini bozem dan pembangunan saluran baru Bondowoso diharapkan mampu mengurangi risiko banjir di sejumlah kawasan langganan genangan, seperti Galunggung, Bareng, IR Rais, hingga Langsep dan sekitarnya. Nantinya, aliran air akan bermuara ke Sungai Metro di wilayah Tidar.
Untuk durasi pengerjaan, proyek ditargetkan rampung pada awal 2027. Lamanya waktu pelaksanaan disebabkan oleh panjang saluran, dimensi saluran yang cukup besar, serta metode pekerjaan yang dilakukan di tengah badan jalan.
“Pekerjaan dilakukan di tengah jalan dan memanfaatkan lokasi yang sebelumnya digunakan untuk jacking. Nantinya jacking tersebut akan kita bongkar dan angkat,” ucapnya.
Saluran yang dibangun direncanakan menggunakan box culvert dengan ukuran lebar sekitar 2,5 hingga 3 meter. Dandung berharap proyek ini dapat berjalan sesuai rencana dan menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan banjir di Kota Malang.(*)
| Pewarta | : Rizky Kurniawan Pratama |
| Editor | : Imadudin Muhammad |