Berita

Webinar RSSA Malang: Vaksinasi Bukan Satu-satunya Upaya Cegah Covid-19

Kamis, 08 April 2021 - 15:50
Webinar RSSA Malang: Vaksinasi Bukan Satu-satunya Upaya Cegah Covid-19 Tangkapan layar Webinar tentang vaksinasi Covid-19 oleh RSSA Malang secara virtual di Zoom. (FOTO: Tangkapan layar Zoom)

TIMESINDONESIA, MALANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Saiful Anwar Malang atau RSSA Malang menggelar Webinar tentang update vaksinasi dan kekebalan komunitas melalui platform Zoom, Kamis (8/4/2021).

Diikuti ratusan peserta, pihak RSSA Malang ingin memberi edukasi tentang program vaksinasi Covid-19 yang hingga saat ini berlangsung. Disebutkan bahwa program vaksinasi tersebut harus dipahami secara komprehensif agar tidak timbul kesalahpahaman di masyarakat.

Salah satu narasumber, Kadinkes Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan bahwa vaksinasi sebagai upaya untuk memutus mata rantai Covid-19, dimana pandemi telah dihadapi setahun lebih.

"Vaksinasi memang upaya memutus mata rantai. Tapi yang harus dipahami bahwa vaksinasi bukan satu-satunya, yang benar adalah salah satunya," ujarnya.

Sebab itu, dia mengimbau masyarakat yang telah menerima vaksin untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Meskipun sudah disuntik vaksin, masih ada juga yang terpapar Covid-19.

"Ada beberapa yang terpapar Covid-19 meskipun sudah divaksin. Artinya protokol kesehatan jangan dianggap enteng, harus dipatuhi," tegasnya.

Pihaknya juga menginformasikan, Kota Malang telah memberikan vaksinasi Covid-19 seluruhnya kepada para tenaga kesehatan sebagai garda terdepan penanganan Covid-19.

Sedangkan untuk pelayanan publik, hingga saat ini baru terealisasi sekitar 30 persen. Di Kota Malang sendiri, yang masuk golongan pelayan publik ada 260 ribu orang. "Kenapa masih 30 persen? Karena berkaitan dengan ketersediaan vaksin yang pengirimannya dari pusat secara bertahap," jelasnya.

Untuk memudahkan masyarakat dan tenaga medis dalam program vaksinasi ini, pihak Dinkes Kota Malang telah menyiapkan fasyankes sebanyak 87 yang tersebar di lima kecamatan di Kota Malang.

Sementara itu, Direktur RSSA Malang Dr dr Kohar Hari Santoso menyebutkan jika PPKM Mikro yang diterapkan oleh pemerintah sangat efektif terutama penanganan Covid-19 untuk tingkat RT/RW yang masuk zona merah.

"Kalau zona merah, pengamanannya lebih ketat termasuk keluar masuk orang dibatasi dan diawasi," tambahnya.

Ia menekankan juga program vaksinasi Covid-19 merupakan upaya pencegahan dan pengebalan agar pandemi Covid-19 bisa segera ditanggulangi.

Pria yang juga Ketua Tim Tracing Jawa Timur itu meminta kepada seluruh pihak untuk mendukung program pemerintah terkait vaksinasi dan protokol kesehatan lainnya.

RSSA Malang turut mengundang pemateri lainnya di antaranya adalah Wakil Direktur Pelayanan dan Keperawatan RSSA Malang dr Syaifullah Asmiragani, dan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Prof Dr dr Handono Kalim. (*)

Pewarta : Mohammad Naufal Ardiansyah
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Malang just now

Welcome to TIMES Malang

TIMES Malang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.