MALANG – Akses masyarakat terhadap teknologi informasi di Kabupaten Malang terus mengalami peningkatan seiring pesatnya perkembangan digital. Namun, data terbaru menunjukkan masih adanya kesenjangan penggunaan internet jika dilihat dari latar belakang pendidikan penduduk.
Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025, penduduk Kabupaten Malang berusia 5 tahun ke atas yang mengakses internet dalam tiga bulan terakhir mencapai 76,04 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan mencerminkan semakin kuatnya peran internet dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, Erny Fatma Setyoharini, menyampaikan bahwa peningkatan akses internet ini tidak terlepas dari kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang cepat dan mudah diakses.
“Penduduk Kabupaten Malang berumur 5 tahun ke atas yang mengakses internet selama tiga bulan terakhir mencapai 76,04 persen dan jumlahnya terus bertambah setiap tahun,” ujarnya.
Dari sisi jenis kelamin, data Susenas 2025 menunjukkan bahwa penduduk laki-laki lebih banyak mengakses internet dibandingkan perempuan. Persentase penduduk laki-laki yang mengakses internet tercatat sebesar 79,46 persen, sementara penduduk perempuan berada di angka 72,58 persen.
Sementara itu, perbedaan yang cukup mencolok terlihat berdasarkan tingkat pendidikan. Penduduk dengan jenjang pendidikan SMP ke atas memiliki persentase akses internet yang sangat tinggi, mencapai 93,98 persen. Sebaliknya, penduduk dengan pendidikan SD ke bawah yang mengakses internet baru mencapai 59,56 persen.
Menurut Erny, data tersebut menunjukkan bahwa tingkat pendidikan masih menjadi faktor penting dalam pemanfaatan teknologi informasi di masyarakat.
“Penduduk dengan jenjang pendidikan yang lebih tinggi memiliki persentase akses internet yang jauh lebih besar dibandingkan penduduk berpendidikan SD ke bawah,” jelasnya.
Selain untuk komunikasi dan pencarian informasi, pemanfaatan teknologi informasi di Kabupaten Malang juga mulai merambah sektor pendidikan dan ekonomi. Sejumlah rumah tangga telah menggunakan komputer dan laptop sebagai sarana pendukung pembelajaran sekaligus untuk mengembangkan usaha.
Pemanfaatan perangkat teknologi yang terhubung dengan jaringan internet turut membuka peluang pemasaran produk melalui pasar daring, sehingga mendorong aktivitas ekonomi masyarakat berbasis digital.
BPS Kabupaten Malang mencatat bahwa penggunaan alat komunikasi dan teknologi informasi akan terus berkembang dan semakin dibutuhkan, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat yang bergantung pada akses internet dalam berbagai aspek kehidupan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



