https://malang.times.co.id/
Berita

Bakal Calon N2 Kak Fai Kebanjiran Dukungan, Kini Giliran Sopir Angkot Siap Bergerak

Rabu, 10 Juli 2024 - 16:50
Bakal Calon N2 Kak Fai Kebanjiran Dukungan, Kini Giliran Sopir Angkot Siap Bergerak Bakal Calon Wakil Wali Kota Malang atau N2, Kak Fai saat bersama para sopir angkot yang siap mendukungnya di Pilkada Kota Malang 2024 mendatang. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)

TIMES MALANG, MALANG – Bakal Calon Wakil Wali Kota Malang atau N2, Fairouz Huda terus kebanjiran dukungan jelang kontestasi Pilkada Kota Malang 2024 mendatang. Kini, giliran para sopir angkot siap memberikan kontribusinya mendukung Fairouz Huda untuk bisa memimpin Kota Malang kedepan.

Koordinator Sopir Angkot yang juga Ketua Jalur LDG, Sam Kebo mengatakan jika sejauh ini hanya sosok Kak Fai (sapaan akrab Fairouz Huda) yang sowan dan bertatap muka untuk berdiskusi dengan para supir membicarakan masa depan angkot di Kota Malang.

"Beliau sudah sowan langsung ke kami sejak lama, mendengar keluh kesah kami hingga kemudian kami merasa cocok dengan berbagai pemikiran dan solusi Kak Fai," ujar Sam Kebo, Rabu (10/7/2024).

Menurutnya, Kak Fai dapat mewakili keresahan para sopir angkot dan mempunyai solusi cemerlang untuk kemaslahatan pelaku transportasi umum. Sebab itu, ketika beberapa kali pertemuan, mereka merasa lega ada sosok yang bisa mewakili keresaha  mereka.

"Kami ini kan orang biasa, kami seperti orang yang dianaktirikan. Kami merasa lega bertemu dengan orang seperti Kak Fai. Semoga perjalanan beliau maju N2 lancar dan bisa menjawab masa depan kami," ungkapnya.

Sementara, Kak Fai menyebutkan jika perubahan nasib sopir angkot harus dimulai dari pemimpin yang istilahnya mau menjadi marketing angkot. Tahap awal yang harus dimulai adalah mengubah mindset publik dalam melihat transportasi umum.

Selama ini, menurut Kak Fai, persepsi publik terhadap mikrolet atau angkutan umum masih jelek. Untuk memutarbalikkan persepsi ini butuh sosok pemimpin yang peduli. Tidak hanya janji-janji saja, melainkan juga dengan kebijakan langsung.

"Jangan sampai persepsinya terhadap mikrolet ini jalannya lambat, tidak nyaman. Untuk itu butuh sosok pemimpin yang mau jadi marketing angkot, di-rebranding. Tidak hanya marketing saja, tapi juga berani memfasilitasi, mulai menata sistem hingga pengadaan armada yang layak," tuturnya.

Kak Fai memandang jika sebenarnya pemerintah punya skema kebijakan untuk mensejahterakan nasib para sopir angkot. Selama ini yang dilihat hanya bantuan-bantuan saja yang itu tidak bersifat solusi jangka panjang. 

"Kalau seperti itu kan hanya ngasih ikan, harusnya kan kasih kail. Yang penting itu solusi jangka panjang. Misal keseluruhan sistemnya tertata, tanpa perlu digaji sekali pun, maka ke depan angkot bisa jadi solusi kemacetan di Kota Malang," pungkasnya.(*)

Pewarta : Rizky Kurniawan Pratama
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Malang just now

Welcome to TIMES Malang

TIMES Malang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.