TIMES MALANG, JAKARTA – Lima tahun sejak hadir di Indonesia, SnackVideo berkembang dari platform berbagi video pendek menjadi ruang digital tempat pengguna dan kreator mendokumentasikan kehidupan sehari-hari secara autentik. Konten yang natural dan apa adanya membuat platform ini cepat diterima masyarakat, sekaligus membuka kesempatan bagi kreator baru untuk memperoleh visibilitas dan membangun komunitas.
Merekam Kehidupan Sehari-hari
Pada periode awal (2020–2022), pengguna memanfaatkan SnackVideo untuk membagikan momen personal yang dekat dengan keseharian: mulai dari aktivitas keluarga, pekerjaan, hingga kehidupan di desa. Pendekatan tersebut menciptakan karakter platform yang inklusif, memberi ruang bagi masyarakat biasa untuk mengekspresikan diri dan terhubung dengan audiens lebih luas.
Dari Koneksi Menjadi Komunitas

Memasuki fase berikutnya (2022–2024), interaksi antar pengguna menguat. Program workshop, temu kreator, hingga berbagai acara live berskala besar memungkinkan kreator lokal berkembang dalam ekosistem yang terbentuk secara organik. Konten tematik seperti program Ramadan, drama pendek hingga micro-variety show buatan kreator meningkatkan percakapan nasional dan mengubah SnackVideo dari sekadar kanal hiburan menjadi ruang komunitas digital.
“Kami meyakini bahwa cerita sehari-hari memiliki daya untuk menghubungkan banyak orang. SnackVideo tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat dari beragam latar belakang untuk tumbuh secara autentik,” kata Direktur Operasional SnackVideo Indonesia, Yugo Prabowo.
Hadir Lebih Dekat, Berdampak Lebih Dalam
Pada 2024, platform ini memperluas peran dengan menghadirkan dampak sosial melalui Program Desa Sejahtera. Program yang berjalan di 13 desa ini berfokus pada peningkatan kesehatan dan olahraga, pendidikan anak, serta pertanian berkelanjutan. Dukungan diberikan dalam bentuk infrastruktur dan peralatan, pelatihan digital, pendampingan pertanian, hingga layanan kesehatan gratis. Melalui SnackVideo Partner Program, pendekatan ini telah menjangkau hampir 50 desa di berbagai provinsi.
“Kami ingin manfaatnya dapat dirasakan secara langsung, bukan hanya di layar. Program Desa Sejahtera menjadi cara kami mendekatkan teknologi dengan kebutuhan nyata masyarakat,” imbuh Yugo. Inisiatif ini mendapat dukungan dari sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Agama, serta apresiasi dari lembaga independen.
Cerita Nyata dari Komunitas
Berbagai kisah muncul dari komunitas pengguna. Salah satunya melalui Desa Snack, komunitas online yang menampilkan kehidupan pedesaan secara autentik, mulai dari tata kelola desa hingga aktivitas gotong royong. Narasi juga hadir dari kreator seperti Octa, pengemudi ojek online perempuan yang membagikan cerita kesehariannya di kota, serta Stayer, pemuda desa yang memanfaatkan ponsel sebagai modal membuat konten autentik dan sukses membangun basis pengikut yang memberikan dampak ekonomi bagi dirinya dan keluarga.
SnackVideo juga mengangkat pelestarian budaya melalui program “Batik Masuk Desa” yang mengenalkan warisan batik melalui eksplorasi budaya dan edukasi teknik pembuatan. Program tersebut memperoleh atensi besar dan partisipasi luas dari pengguna.
Menuju Masa Depan
Kini, SnackVideo tercatat sebagai platform video pendek terbesar kedua di Indonesia dengan dukungan ratusan talenta lokal di Jakarta. Dalam fase selanjutnya, platform ini menyatakan komitmennya untuk tetap berakar di Indonesia, memperkuat komunitas kreator, serta menghadirkan manfaat yang nyata baik di ranah digital maupun dalam kehidupan sehari-hari. (*)
| Pewarta | : Rochmat Shobirin |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |