Pasar Murah Lebaran 2026 Dinilai Efektif Kendalikan Inflasi di Kabupaten Malang
Disperindag Kabupaten Malang gelar Pasar Murah Lebaran 2026 di Pasar Pakisaji dan Sumedang. Sediakan 4 ton beras, gula, minyak, dan 2.000 kupon potongan harga untuk jaga stabilitas harga.
MALANG – Program Pasar Murah Lebaran 2026 yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang dinilai efektif membantu menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri. Kegiatan yang dilaksanakan di dua pasar tradisional ini menjadi salah satu langkah strategis daerah untuk mengendalikan inflasi sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Pelaksana Tugas Kepala (Plt) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang Astri Lutfiatunnisa mengatakan, dampak pasar murah cukup terasa bagi masyarakat, terutama saat kebutuhan bahan pangan meningkat selama Ramadan hingga menjelang Lebaran.
“Efeknya sangat terasa. Walaupun harga sekarang sudah relatif normal, kebutuhan masyarakat tetap tinggi. Dengan adanya kegiatan seperti ini, yang diawali di Pasar Pakisaji dan Pasar Sumedang, setidaknya bisa menyeimbangkan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Astri, pasar murah menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan daya beli masyarakat. Program ini juga membantu menahan potensi lonjakan harga bahan pokok di pasaran.
Dalam pelaksanaan Pasar Murah Lebaran 2026, Disperindag Kabupaten Malang menyiapkan berbagai komoditas pangan dalam jumlah besar agar masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.
Beberapa komoditas yang disediakan antara lain beras sebanyak 4 ton, gula pasir 2 ton, serta minyak goreng sekitar 1.000 liter, selain berbagai kebutuhan pokok lainnya.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan bahan pangan sekaligus menekan potensi kenaikan harga di pasaran menjelang Idulfitri.
Pasar Murah Lebaran 2026 diselenggarakan selama lima hari di dua lokasi pasar tradisional di Kabupaten Malang. Kegiatan tersebut lebih dulu digelar selama tiga hari di Pasar Pakisaji, kemudian dilanjutkan selama dua hari di Pasar Sumedang, Kepanjen.
Selain menyediakan bahan pokok murah, pemerintah daerah juga memberikan stimulus tambahan berupa kupon potongan harga kepada masyarakat yang berbelanja.
Disperindag Kabupaten Malang menyiapkan sekitar 2.000 kupon potongan harga untuk dua hari pelaksanaan di Pasar Sumedang. Sebelumnya, kegiatan serupa di Pasar Pakisaji juga menyediakan sekitar 1.000 kupon bagi masyarakat.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Malang berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi lokal.
Selain itu, pasar murah juga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan di pasaran sehingga inflasi daerah tetap terkendali menjelang Hari Raya Idulfitri. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

