TIMES MALANG, MALANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang mencatat rata-rata pengeluaran rumah tangga penduduk Kabupaten Malang pada 2025 mencapai Rp1.197.677 per kapita per bulan. Angka ini mencerminkan pola konsumsi masyarakat sekaligus menjadi salah satu indikator tingkat kesejahteraan penduduk.
Kepala BPS Kabupaten Malang, Erny Fatma Setyoharini, menjelaskan bahwa pengeluaran per kapita per bulan merupakan rata-rata belanja yang dikeluarkan oleh satu orang dalam satu bulan. Artinya, rumah tangga dengan jumlah anggota lebih dari satu orang memiliki total pengeluaran yang jauh lebih besar, bergantung pada jumlah anggota keluarga.
“Pola pengeluaran masyarakat dapat menggambarkan tingkat kesejahteraan. Perubahan komposisi antara pengeluaran makanan dan nonmakanan menjadi petunjuk penting dalam melihat dinamika ekonomi rumah tangga,” kata Erny.
Berdasarkan data BPS, dari total pengeluaran tersebut, Rp619.374 atau 48,29 persen dialokasikan untuk kebutuhan makanan. Sementara Rp578.303 atau 51,71 persen digunakan untuk pengeluaran bukan makanan. Komposisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan nonmakanan mulai mengambil porsi lebih besar dibandingkan konsumsi pangan.
Menurut Erny, pergeseran pola pengeluaran ini berkaitan erat dengan perubahan pendapatan masyarakat. Elastisitas permintaan terhadap makanan relatif rendah, sementara kebutuhan nonmakanan cenderung lebih elastis.
"Ketika pendapatan meningkat, masyarakat akan lebih banyak mengalokasikan belanja untuk kebutuhan di luar pangan atau bahkan menabung," imbuhnya.
Pada kelompok makanan, pengeluaran terbesar per kapita per bulan tercatat pada makanan dan minuman jadi sebesar Rp194.004, disusul rokok dan tembakau sebesar Rp92.458.
Sementara untuk kebutuhan pokok, pengeluaran untuk padi-padian mencapai Rp75.144, diikuti sayur-sayuran sebesar Rp52.534, serta telur dan susu sebesar Rp30.900.
Komoditas pangan lainnya seperti daging, ikan, buah-buahan, hingga bahan minuman juga turut menyumbang pengeluaran rumah tangga, meski dengan nilai yang lebih kecil dibandingkan makanan jadi.
Sementara itu, pada kelompok bukan makanan, pengeluaran terbesar masih didominasi oleh perumahan dan fasilitas rumah tangga yang mencapai Rp260.139 per kapita per bulan. Pos ini menjadi komponen utama dalam struktur konsumsi nonmakanan masyarakat Kabupaten Malang.
Selain perumahan, pengeluaran signifikan juga tercatat pada aneka barang dan jasa sebesar Rp160.119, serta komoditas tahan lama sebesar Rp56.402. Adapun pengeluaran untuk pajak dan asuransi mencapai Rp45.813, sementara pakaian, alas kaki, dan tutup kepala tercatat sebesar Rp32.983 per kapita per bulan.
BPS menilai, struktur konsumsi tersebut mengindikasikan bahwa sebagian masyarakat Kabupaten Malang telah berada pada tahap di mana kebutuhan dasar pangan relatif terpenuhi, sehingga peningkatan pendapatan cenderung diarahkan untuk kebutuhan nonmakanan.
“Komposisi pengeluaran ini bisa menjadi cermin kesejahteraan masyarakat. Semakin besar porsi nonmakanan, umumnya menunjukkan tingkat kesejahteraan yang semakin baik,” pungkas Erny. (*)
| Pewarta | : Achmad Fikyansyah |
| Editor | : Imadudin Muhammad |